NASIONAL

2 Pola KPK Usut Dana di Kongres Demokrat

KPK masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait adanya aliran dana di kongres.

ddd
Rabu, 20 Juni 2012, 11:20 Arry Anggadha, Nur Eka Sukmawati
Ketua KPK Abraham Samad
Ketua KPK Abraham Samad (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi masih menyelidiki dugaan adanya aliran dana dari kasus Muhammad Nazaruddin ke Kongres Partai Demokrat. Untuk menyelidikinya, KPK memiliki cara tersendiri.

"Ada dua pola. Bisa langsung ke tengah atau kiri ke kanan dulu. Jadi kita padukan. Pinggir terus masuk ke tengah," kata Ketua KPK Abraham Samad di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 20 Juni 2012.

Untuk itu, lanjut Abraham, KPK masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait adanya aliran dana di kongres yang saat itu dimenangkan Anas Urbaningrum. Termasuk pengakuan-pengakuan dari sejumlah kader Demokrat yang mengaku menerima uang.

"Semua kami kumpulkan bukti dan informasi, setelah itu kami verifikasi dan kami dalami. Selanjutnya kami menunggu waktu kapan kasus ini kami naikkan ke penyidikan," ujarnya.

Seperti diketahui, KPK sudah berulang kali memeriksa Ketua DPC Partai Demokrat Minahasa, Diana Maringka. Dalam pemeriksaan, Diana mengakui menerima sejumlah uang dalam kongres. "Rupiah terima Rp50 juta, Rp30 juta uang Kongres, Rp20 juta dari Demokrat Sulut. Duit totalnya US$7000 pecahan 100 dolar," kata Diana di kantor KPK, Jakarta, Senin 18 Juni 2012.

Kendati begitu, Diana mengaku tidak tahu asal muasal uang tersebut. Bahkan saat diperiksa dalam kasus Hambalang, Diana mengaku tidak mengetahui apakah uang tersebut berasal dari proyek Hambalang.

Mantan Penanggungjawab Tim Sukses Anas Urbaningrum di Sulawesi Utara, Umar Arshal, sudah pernah membantah ucapan sejumlah kader Demokrat di daerah yang mengaku menerima uang suap dari Anas Urbaningrum. Menurut Umar, itu bukan uang suap melainkan biaya akomodasi dan transportasi. Selengkapnya di sini.

Terkait pemberian BlackBerry, Umar membenarkan hal itu. "BlackBerry di kongres itu untuk satu komando. Kami beli BlackBerry dari sumbangan teman-teman. Saya berani tanggung jawab," kata Umar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat 17 Februari 2012 lalu. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru