NASIONAL

Menkes: 2010, 2 Juta Remaja Lakukan Aborsi

"Kondom ini hanya alat bodoh. Kami mengimbau yang hubungan seks berisiko gunakan kondom."

ddd
Rabu, 20 Juni 2012, 12:26 Elin Yunita Kristanti, Suryanta Bakti Susila
Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi
Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi (ANTARA/Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, menegaskan tidak pernah mengatakan mau meningkatkan kampanye kondom pada kalangan umum, siswa-siswa dan remaja.

"Tetapi tetap kami kampanyekan kondom ke setiap pelaku hubungan seks berisiko. Karena itu adalah salah satu indikator MDG," kata dia di kantornya Jalan Rasuna Said Jakarta, Rabu 20 Juni 2012.

Dia menambahkan, seks berisiko di Indonesia terjadi pada semua umur, suami istri atau di luar hubungan pernikahan. "Yang kami maksud dengan seks berisiko adalah seks dengan resiko penularan penyakit atau resiko kehamilan yang tidak direncanakan," kata Nafsiah.

Data menunjukkan, penularan HIV naik terus meskipun kampanye kondom terus gencar di kalangan seks berisiko. Bersamaan dengan penyakit menular yang lain seperti ghonorea dan clamidia. "Berarti seks berisiko jalan terus walaupun kita sudah kampanyekan penggunaan kondom," kata dia.

Hubungan seks berisiko juga terjadi di kalangan remaja. "Mau nggak mau harus kita hadapi itu. Mengutip data BKKBN, kata dia, tahun 2010, sebanyak 2 juta remaja melakukan aborsi. Berarti anak-anak kita, adik-adik kita melakukan hubungan seks berisiko," kata dia.

Oleh karenanya, mereka berhak mendapatkan informasi, pendidikan agama yang lebih baik, pendidikan moral, mereka berhak diberi pengertian tentang obat-obatan terlarang, yang merangsang nafsu seks termasuk miras, dan sebagainya. "Menurut pendapat saya, mereka berhak mendapat informasi maupun layanan yang sesuai kebutuhannya. Kita tidak boleh tutup mata bahwa kehamilan di luar pernikahan bertambah."

Difasilitasi Pusat Komunikasi Kementrian Kesehatan, Nafsiah pun telah mengupload klarifikasinya itu melalui YouTube, bahwa dia tidak pernah menyatakan akan menggalakkan penggunaan kondom bagi kalangan umum, apalagi remaja dan siswa. "Kondom itu hanya alat bodoh kok. Kami mengimbau yang hubungan seks beresiko gunakan kondom," kata Nafsiah.

Nafsiah minta para pengkritiknya mencermati realitas itu dan menghadapinya bersama. Menurut dia, daripada menyerang kampanye penggunaan kondom bagi kalangan berisiko, lebih baik energi dicurahkan menghadapi perangsang nafsu seksual. "Kita harus melawan mereka yang membujuk-bujuk generasi muda kita membeli narkoba, yang merangsang nafsu seks itu, dan kita harus secara positif mengatakan bersama, pendidikan agama harus ditingkatkan," ujarnya.

Nafsiah menegaskan, gerakan agar generasi muda tidak terjerumus dalam hubungan seks beresiko menjadi prioritas. Caranya, menggalakkan pendidikan agama, moral, kesehatan reproduksi, dan bahaya narkoba. "Pelayanan kondom bukan first priority, tapi mereka tidak melakukan hubungan seks berisiko. Kalau toh mereka sudah terlanjur melakukan, diberikan konseling agar mengubah perilaku," ujarnya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
berpikiran
21/06/2012
Agama: menjauhkan manusia dari HIV dan aborsi "sesuai bidang agama" yakni nilai2 moral agama. Kesehatan: menjauhkan manusia dari HIV dan aborsi "sesuai bidang kesehatan" yakni KONDOM. Jadi apa yang salah??
Balas   • Laporkan
m.t.hidayat3 | 21/06/2012 | Laporkan
cara memadukan keduanya.. jgan2 maksut naik bu menkes disalah artikan secara paksa oleh org2 yg g bermoral dg mengatasnamkan..
profit.izzudin
21/06/2012
"Kondom ini alat" kayak iklan rokok dapat menyebabkan kankerdsb masih aja dipakai
Balas   • Laporkan
kerling123
21/06/2012
Pilihannya hanya ada 2, Mau generasi muda rusak karena HIV/AIDS dan Aborsi krn tidak tahu akibat pergaulan bebas atau Pentingin Pendidikan Seks yang dibilang tabu (tdk sesuai norma) tp memberikan informasi ttg dampak negatifnya dari pergaulan bebas?
Balas   • Laporkan
mahadewa
21/06/2012
LANJUTKAN MENTERI KESEHATAN,MAU TIDAK MAU SKR KONDOM HARUS DIPROMOSIKAN,SUDAH BANYAK JANIN YNG DI GUGURKAN, ITU JAUH LEBIH DOSA DARI PADA PERBUATAN PEMBIARAN YNG DILAKUKAN PKS DAN MUI..KRN MRK TIDAK BISA BERBUAT APA2..
Balas   • Laporkan
m.t.hidayat3 | 21/06/2012 | Laporkan
so dibiarkan?? yg membiarkan kok cm pks n mui?? lo g membiarkan gitu??
"Tetapi tetap kami kampanyekan kondom ke setiap pelaku hubungan seks berisiko. Karena itu adalah salah satu indikator MDG," ini statement dr seorang menteri kesehatan tanpa memandang segi agama... sya tanya..agama menteri kesehatan apa???
Balas   • Laporkan
alfaish | 21/06/2012 | Laporkan
gini lho mas..soalnya yg jadi parameter pembangunan adalah paradigma MDGs adalah western(chist) ya demi kasih sayang semua boleh
ry94
20/06/2012
yg namany hub seks a/ maksiat dah jelas dilarang dgn agama mau pake kondom juga kek moral remaja sekarang yg rusak pikiranya akibat terlalu bebas pergaulanya. Nikah solusinya. buat UUD tentang perzinahan, untuk generasi yang lebih baik.
Balas   • Laporkan
brig11
20/06/2012
Biar tidak sembarang melahirkan kayak kucing, nanti gedenya ikut PKS.
Balas   • Laporkan
Yang mengkritik bu Mentri itu tukang kondom kali bu..
Balas   • Laporkan
asepirawan | 20/06/2012 | Laporkan
pikiran lu di taro dimana.. kalo yg kritik tukang kondom,,gk bakalan kritik atuh,, malah seneng,, kaya elu,.,,


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru