NASIONAL

KPK Tersinggung atas Ulah Hari Tanoesoedibjo

Dia diminta hadir Rabu, malah datang Jumat. Ketua KPK pun tersinggung

ddd
Kamis, 21 Juni 2012, 22:42 Sandy Adam Mahaputra, Nila Chrisna Yulika
Hary Tanoe Bantah Kasus Suap PT Bhakti Investama
Hary Tanoe Bantah Kasus Suap PT Bhakti Investama (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak memeriksa Direktur Utama PT Bhakti Investama Tbk, Hary Tanoesoedibjo, pada saat dia datang ke KPK pada Jumat 15 Juni 2012. Ketua KPK, Abraham Samad, mengatakan dia datang tak sesuai dengan yang dijadwalkan sebelumnya.

KPK memanggil Hari Tanoe pada Rabu 13 Juni 2012. Namun dia tidak hadir. Hari justru datang pada Jumat 15 Juni. Abraham pun gusar atas ulah Hari. 

"KPK ini kan lembaga independen. Lembaga penegak hukum yang tidak bisa diatur seenaknya. Kan pada hari Rabu sudah dipanggil, tapi yang bersangkutan tidak datang, dia datang hari Jumat. Itu kan namanya mengatur. Lembaga hukum tidak bisa diatur," kata Abraham usai melakukan rapat dengar pendapat di Gedung KPK, Kamis 21 Juni 2012.

Maka, pada Jumat lalu, KPK tidak mau mengambil keterangan dari Hari Tanoe. Abraham menambahkan, sikap KPK ini karena tak mau dianggap memberikan perlakuan khusus kepada siapapun.

"Semua orang sama kedudukannya. Tidak boleh ada yang istimewa. Bisa mengatur seperti itu," kata Abraham.

Oleh karena itu, KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan Hari pada 28 Juni 2012 mendatang.

Pemeriksaan Hary Tanoe ini terkait dengan kasus suap restitusi pajak yang melibatkan Kepala Seksi KPP Sidoardjo Selatan Tommy Hindratno dan pengusaha James Gunardjo. Nama terakhir ini dikait-kaitkan dengan PT Bhakti Investama. James diduga memberikan suap Rp280 juta kepada Tommy. (ren)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
laskarjihad
22/06/2012
lha Aburizal bakrie kapan ya di panggil KPK ? kayaknya yg bermasalah di pajak bersama gayus, tapi gak ada perkembangan nih, ??
Balas   • Laporkan
thole1234
21/06/2012
kayaknya berita ini g bakalan muncul di metro cs dh
Balas   • Laporkan
koko_budi | 22/06/2012 | Laporkan
ya iyalah.....sohib getoooo
KPK,,,,,,,,,,,,, yang anda mau,,,,, hasil pemeriksaannya,,,,,,, atau proses tehnis pemeriksaannya,,,,,,,,, yang mana,,,,,,,, dari kedua bidang ini,,,,,, yang anda perlukan,,,,,,kalau saya berpendapat,,,,,,, lebih utamakanlah kpd hasil pemeriksaannya nanti
Balas   • Laporkan
justiceall
21/06/2012
bgus salut dgn KPK,jgn biarkan pak! para penebar ideologi KKN orba kembali berpolitik di indonesia.sok2an pake gk mau nurut jadwal pemeriksaan lgi.dipikirnya ini jaman dulu apa??stiap penegak hukum bsa dtawarin koper uang...
Balas   • Laporkan
muhammad.makhfudz | 22/06/2012 | Laporkan
Ayo KPK maju terus jangan takut pada siapapun. Bila berbeli-belit ancam hukum berat
kempot
21/06/2012
biasa... menjelang pemilu2014: slah satu agendanya menghadang org2 yg disinyalir jadi sumber dana parpol tertentu
Balas   • Laporkan
koko_budi | 22/06/2012 | Laporkan
kalo itu mah memang harus. suruh siapa lagi maen2 politik???dah kaya banyak duit masih aja kurang......


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru