Max Sopacua Tak Mau Beber Suap Angelina
"Kalian tanya penyidik. Saya nggak mau dua kali kerja," ujar Max.
Angelina Sondakh saat bersaksi untuk Muhammad Nazaruddin (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua tak mau membuka keterangan kadernya, Angelina Sondakh, saat diperiksa Tim Pencari Fakta. Max mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus kadernya itu ke KPK.
"Saya tadi kan memberikan keterangan seputar apa yang dulu dikejar-kejar itu di tim TPF. Jadi sudah saya sampaikan apa yang dilakukan oleh tim pencari fakta kepada penyidik," ujar Max usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat 22 Juni 2012.
Max diperiksa sekitar 5 jam dan dicecar 11 pertanyaan oleh penyidik KPK. Dia menjadi saksi dalam kasus suap permainan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan tersangka Angelina Sondakh.
Sayangnya anggota Komisi I DPR itu menolak memberikan penjelasan terkait uang suap yang diterima Angelina. "Itu udah saya sampaikan ke penyidik. Nanti dari penyidik lah masak saya yang sampaikan. Kalian tanya penyidik. Saya nggak mau dua kali kerja," ujar Max.
Sebelumnya, Nazaruddin menuding Angie menerima uang dari Kemenpora. Nazar bahkan menyatakan, Angelina pernah mengakui perbuatannya itu di hadapan Tim Pencari Fakta Fraksi Demokrat pada 12 Mei 2011, dalam pertemuan yang digelar di ruangan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah.
"Saya mendengar pengakuan dari Angie (Angelina) dalam pertemuan yang dihadiri Benny K. Harman, Jafar Hafsah, Edi Sitanggang, Max Sopacua, Ruhut Sitompul, M. Nasir, dan saya sendiri. Angelina mengakui adanya penerimaan uang Rp9 miliar dari Menpora, dalam hal ini Andi Mallarangeng, dan (Sekretaris Kemenpora) Wafid Muharram," kata Nazaruddin dalam nota eksepsinya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 7 Desember 2011.
Angie mengakui adanya pertemuan itu. Namun, Angie membantah saat itu mengaku menerima Rp9 miliar. "Tidak pernah," ujar Angie saat bersaksi untuk Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 15 Februari 2012.
Mantan putri Indonesia ini hanya mengakui adanya pertemuan tersebut. Dia diminta untuk ke ruang fraksi Demokrat. Namun dia tidak pernah mengungkapkan telah menerima uang tersebut. "Pada saat itu yang dibicarakan mengenai isu-isu terkait pemberitaan yang merugikan partai kami," ungkapnya. (umi)
- Info Momentum
- Efek Music Mozart Terhadap Kesehatan dan Kecerdasan
- Memori Otak Bisa Disimpan dalam Hardisk
- Misteri Kasus Frederick Valentich Diculik UFO
- Misteri Dibalik Uang Pecahan 20 Dollar Amerika
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Kisah Misteri Penyebab Kecelakaan di Gunung Lipan Kalimantan
- FOTO dan VIDEO : Darin Mumtazah Pelajar Cantik Simpanan Lutfi Hasan



