NASIONAL

Dr. Danny Gali "Harta Karun" di Gunung Padang

Jika terbukti, peradaban Gunung Padang lebih tua dari Mesir dan Indus.

ddd
Sabtu, 23 Juni 2012, 07:06 Elin Yunita Kristanti, Permadi (Sukabumi)
Rahasia di perut bukit Gunung Padang akan segera diungkap
Rahasia di perut bukit Gunung Padang akan segera diungkap  

VIVAnews - Berdasarkan hasil survei geomagnet, Tim Terpadu Penelitian Mandiri mengetahui adanya anomali magnetis yang tinggi di beberapa lokasi Gunung Padang. Salah satunya, yang termasuk besar, terletak persis di samping struktur yang diduga adalah chamber atau ruang bawah tanah.

Anomali magnetis tinggi tersebut bisa berasosiasi dengan timbunan barang-barang terbuat dari bahan metal atau logam. Lantas, muncul spekulasi warga yang menduga bisa saja ada harta karun terpendam di lokasi tersebut.

Terkait itu, tim peneliti tak mau mengira-ngira. Ketua Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang Dr. Danny Hilman menegaskan penelitian dilakukan tidak untuk mencari harta karun berupa logam mulia, yang selama ini santer diisukan.

Yang dicari adalah "harta karun" yang lebih berharga dan hakiki dibanding materi: ilmu pengetahuan tentang peradaban purba yang tak ternilai, yang diungkap sendiri oleh putra bangsa, bukan orang asing.

Jika terbukti, peradaban Gunung Padang diduga lebih tua dari peradaban Mesir dan Sungai Indus. Hanya sayang, lolos dari catatan sejarah. "Gunung Padang  membuktikan kita juga keturunan dari ras yang sangat luar biasa," kata Danny.

Tak cuma itu, area situs Megalitikum yang berada Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini diduga kuat adalah yang terbesar di dunia.

"Tim Arkeolog akan mencoba membuktikan semuanya. Dari beberapa kali riset arkeolog yang dilakukan, berbagai anomali ditemukan hingga radius 75 km dari posisi situs Gunung Padang saat ini," papar anggota tim, Erick Rizky.

Sementara ini tim masih berpatokan luasan situs yang terdata mencapai 4,5 hektar. Dengan luas area ini saja, situs Gunung Padang sudah menjadi situs Megalitikum terluas di Asia.

Anomali permukaan tanah yang ditemukan dalam radius 75 km, di antaranya adalah menhir maupun teras-teras kecil yang tersebar cukup jauh. "Tim arkelogi akan mencoba memecahkan teka-teki sebaran ini, apakah menjadi bagian dari struktur situs megalitik Gunung Padang saat ini atau berbeda."

Semua teka-teki dan pertanyaan diharapkan segera terjawab. Tim hari ini dan besok akan melakukan ekskavasi di Gunung Padang. Selain para geolog, juga dilibatkan tim arkeolog. (kd)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
saptogundul
24/06/2012
terlambat...!!! harta karun udah di ambil belanda,,kan yg nemu pertama belanda th 1941...
Balas   • Laporkan
kerenman
23/06/2012
Kebiasaan orang Indonesia, sensasi dulu, bukti kemudian bila tak terbukti sudah gak punya malu jadi aman
Balas   • Laporkan
romeo1 | 24/06/2012 | Laporkan
Pandainya cuma mencaci, emg punya kebiasaan mencaci ya gan...??
perjakaku | 23/06/2012 | Laporkan
Itu kan pendapat ente yang baru baca. Hasil Geo listrik, geo radar dan pengeboran sudah ada, dan sekarang eskavasi, itu bukan bukti?? Hasilnya apa? Cari sendiri termasuk video seminarnya ada. Ente sekolah dulu yang bener baru komen


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru