NASIONAL

Luas Gunung Padang 10 Kali Borobudur

Ditemukan 20 terasering yang tersusun memanjang rapi.

ddd
Minggu, 24 Juni 2012, 06:43 Denny Armandhanu, Permadi (Sukabumi)
Sketsa imajiner Gunung Padang
Sketsa imajiner Gunung Padang  

VIVANews - Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang, meyakini situs megalitik ini 10 kali lipat lebih luas dari Candi Borobudur. Hal ini disampaikan oleh arkeolog Ali Akbar kepada VIVAnews, Sabtu 23 Juni 2012, setelah struktur Gunung Padang wilayah timur berhasil terbuka.

“Dari sebelah timur ini kita menemukan 20 lebih terasering yang menjadi bagain dari konstruksi Gunung Padang saat ini. Terasering ini cukup tersusun rapi, diperkirakan terus memanjang hingga 200 meter lebih dari konstruksi punden berundak," kata Ali.

"Hingga saat ini kita sudah mencapai jarak seratus meter keberadaan terasering di bagian timur hingga utara secara melingkar. Ini 10 kali lebih luas dari Borobudur,” lanjutnya lagi.

Untuk struktur di bagian selatan, tim mendapatkan kesulitan. Kondisi teras-teras ditemukan sudah berantakan, diduga akibat bencana besar di masa lalu. Hal ini membuat konstruksinya longsor dan hancur. Namun tim masih menemukan struktur berupa teras-teras kecil yang tersisa.

Untuk eskavasi di bagian barat, tim terkendala tumpukan tanah akibat longsor dari bukit yang ada di sebelahnya. Di sisi ini tumpukan tanah diperkirakan jauh lebih tebal dibandingkan wilayah timur dan selatan, sehingga tim hanya menyusuri struktur dari permukaan saja.

“Dari setiap sudut ini kita menemukan beberapa tangga yang diduga jalan untuk masuk ke puncak punden berundak yang diperkuat oleh adanya mata air di setiap gerbangnya. Namun bukti adanya pintu masuk ke dalam perut situs ini nampak dari bagian timur," dia menjelaskan.

Berbagai langkah dan metode terus dilakukan oleh kelompok-kelompok kecil arkeolog di sekitar kawasan Gunung Padang. Namun riset ini difokuskan di wilayah timur. “Kita terus berkoordinasi dengan tim geologi. Hasil pemindaian menjadi acuan utama eskavasi arkeologi untuk menemukan misteri ruang dan pencarian jalan masuknya,” ujarnya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Jadi ga sabar menunggu hasilnya....
Balas   • Laporkan
puraga
24/06/2012
Janganlah kita berpikir skeptis dan sinis thd penelitian Gunung Padang ini. Jangan terlalu sok bijak dengan mengeluarkan komentar yang sok mengerti tentang orientasi bisnis ataupun penyimpangan sosial. Biarkanlah masing2 org bkerja dlm masing2 bidangnya..
Balas   • Laporkan
123456568
24/06/2012
MARI KITA DUKUNG TERUS....LANJUTKAN..,,
Balas   • Laporkan
tangisrakyat
24/06/2012
bersiap-siaplah diambil alih oleh pemodal. setelah itu rakyat kecil yg telah menetap lama di skitar lokasi akan terusir karena represi kekuasaan atas nama kenyamanan investasi dan keindahan berwisata. pada akhirnya, yg akan menikmati adalah para borjuasi.
Balas   • Laporkan
ludfi7 | 25/06/2012 | Laporkan
aiyrosuhada,sekarang kunjungan gunung padan seharinya lebih dari 1000 orang,itu belum dikupas,apalagi kalau sudah terlihat bentuk aslinya
puraga | 24/06/2012 | Laporkan
Janganlah kita berpikir skeptis dan sinis thd penelitian Gunung Padang ini. Jangan terlalu sok bijak dengan mengeluarkan komentar yang sok mengerti tentang orientasi bisnis ataupun penyimpangan sosial. Biarkanlah masing2 org bkerja dlm masing2 bidangnya..
aiyrosuhada | 24/06/2012 | Laporkan
tak mungkin.... gunung padang hanyya tumpukan batu, nggak ada indah2nya!, turis males masuk... paling juga cuman para peneliti yg penasaran dgn situs ini
nurmanse
24/06/2012
waah mantap, ayo lanjutkan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru