NASIONAL

Aburizal: Dikotomi Etnis Tak Lagi Relevan

"Kenapa mesti mundur lagi ke belakang, ada Jawa dan non-Jawa?"

ddd
Senin, 25 Juni 2012, 23:46 Syahid Latif
Aburizal Bakrie
Aburizal Bakrie (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menyatakan bahwa kini bukan saatnya lagi mempersoalkan dikotomi etnis Jawa atau pun non-Jawa dalam konteks kepemimpinan nasional.

Bagi Ical, panggilan Aburizal, melalui Sumpah Pemuda tahun 1928, seluruh etnis di Nusantara telah sepakat menjadi satu bangsa, yakni bangsa Indonesia.

"Sumpah Pemuda sudah mengatakan, satu nusa, satu bahasa, satu bangsa, bangsa Indonesia. Kenapa mesti mundur lagi ke belakang [dengan] ada Jawa dan non-Jawa," ujarnya kepada wartawan, seusai acara ramah-tamah dengan masyarakat Mojokerto, Jawa Timur, Senin, 25 Juni 2012.

Menurut Ical, selain alasan sudah tidak relevan dengan semangat kebangsaan, masalah Jawa atau non-Jawa sesungguhnya lebih kepada karakter dan kepribadian dari masyarakatnya.

Baginya, yang disebut Jawa adalah njawani atau berperilaku sesuai tradisi dan kebudayaan serta menerapkan nilai-nilai luhur dan norma yang berlaku di dalam masyarakat Jawa.

"Ada orang Jawa, tapi tidak njawani. Kalau menjadi orang Jawa, itu takdir. Kalau njawani, itu pilihan," terang Aburizal, yang pada pekan lalu dianugerahi gelar sebagai Warga Kehormatan Warok Ponorogo.

Dengan berbagai pertimbangan itu, mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu menegaskan, dalam konteks Indonesia, kini sudah seharusnya tidak ada lagi istilah Jawa atau non-Jawa.

Laporan: Arief Hidayat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
mahadewa
26/10/2012
TIGA ORANG DIBAWAH INI MASIH HIDUP DIBAWAH GARIS KEMISKINAN YANG PARAH..
Balas   • Laporkan
ratno.utomo
29/07/2012
aku pasti ngak milih dia bos walau sudah mbayar masalah lapindo udah terlambat untuk simpati
Balas   • Laporkan
kaitro
26/06/2012
seandainya bakri menyelesaikan masalah LAPINDO dengan baik, tidak ada lagi yg berteriak GANTI RUGI. mungkin warga negara Indonesia bisa memberikan rasa simpatik dengan memilih bakri di pilpres 2014. Tolong redaktur viva sampaikan ini pada boss anda
Balas   • Laporkan
123456568
25/06/2012
TA*IK KAU CAL
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru