NASIONAL

Tahan Dana Gedung KPK, DPR Gali Kuburannya

DPR dianggap makin membenamkan diri dalam ketidakpercayaan rakyat

ddd
Rabu, 27 Juni 2012, 00:01 Syahid Latif, Oscar Ferri
Peniliti LIPI, Ikrar Nusa Bhakti
Peniliti LIPI, Ikrar Nusa Bhakti (Antara/ Widodo S Jusuf)

 

VIVAnews - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, dukungan terhadap pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan upaya untuk mempertahankan eksistensi KPK.

Apalagi telah muncul dugaan eksistensi KPK sebagai lembaga ad hoc hendak dikerdilkan dan dibubarkan.

"Ada juga upaya agar KPK tidak bisa bergerak dan tidak bisa memiliki ruang yang cukup untuk melakukan tugasnya. Kami sudah mendapat penjelasan dari pimpinan KPK bahwa anggarannya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan proyek Hambalang," kata Ikrar dalam jumpa pers usai melakukan pertemuan dengan Pimpinan KPK di Kantornya, Selasa 26 Juni 2012.

Menurut Ikrar, bangunan seluas 27.600 meter persegi dengan ruang kerja 800 meter persegi yang direncanakan itu hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp200 miliar.

Niat KPK membangun gedung dengan rancangan sendiri, ungkap Ikrar, dikarenakan lembaga itu ingin memiliki satu sistem dengan pameran-pameran yang bisa membuat masyarakat melakukan riset.

"Apa yang kami lakukan adalah simbolisasi perlawanan rakyat terhadap kekuasaan yang angkuh. Ini adalah proses DPR mengubur dan membenamkan dirinya sendiri dalam proses ketidakpercayaan terhadap masyarakat," kata dia.

Sejumlah LSM yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil malam ini melakukan konsolidasi untuk membantu dan mendukung pembangunan gedung baru bagi KPK. Adapun sejumlah tokoh pun turut ikut dalam koalisi tersebut. Hari ini, para tokok aktivis anti korupsi itu melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK.

Hadir dalam pertemuan itu selain peneliti LIPI Ikrar Nusa Bakti, yakni Peneliti Transparancy International Indonesia (TII) Teten Masduki, Tokoh Keagaman Romo Benny, Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widiyoko Yunus Husein, Asep Iwan, dan Bambang Widodo Umar.

Dalam pertemuan selama satu jam itu, mereka diterima langsung Ketua KPK Abraham Samad dan pimpinan KPK lainnya.

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
melly85
27/06/2012
Jangan dibubarkanlah DPR tar kita gak ada pelampiasan maki2 lg, ayo KPK tanpa gedung pun bisa basmi koruptor, buka cabang aja di tiap SD, SMP dan SMA, prilaku bebas korupsi kita mulai di pendidikan
Balas   • Laporkan
riza.ekoyulianto | 28/06/2012 | Laporkan
Setuju mas bero, ntar gw mau maki2 siapa! wkwkwkwkwk
bolo_sewu
27/06/2012
Sudah Pasti 1000% Proyek yang tidak bisa ngasih FEE atau tidak bisa dikorupsi oleh DPR otomatis tidak disetujui kan anggota dewan yg terhormat hidup dari KORUPSI dan aksi tipu-tipu, saya setuju DPR diibubarkan dan gedungya di pakai KPK wassalam
Balas   • Laporkan
riza.ekoyulianto | 28/06/2012 | Laporkan
Setuju Mas Bero bubarkan DPR, gunakan gedungnya untuk kos-kosan! wkwkwkwkwkw
pras57
27/06/2012
Koin untuk KPK rakyat2 berbondong2 utk menyumbang, jika koin untuk DPR kira2 ada yg mau nyumbang gak yah ? DPR makin gak bener aja kinerjanya trus kalo udah gak bener kinerjanya ngapain ada DPR ?
Balas   • Laporkan
html
27/06/2012
Bubarkan DPR, Sumber Korupsi ada di DPR
Balas   • Laporkan
html | 27/06/2012 | Laporkan
dari pada 240 jt penduduk indonesia melarat gara2 anggota DPR, lebih baik lah yang 500 anggota DPR itu di bubarkan
rachmanto71
27/06/2012
sudah rumus...kebaikan itu lawannya keburukan...saya sangat menyesal mempercayakan nasib pada anda dewan terhormat !!!
Balas   • Laporkan
INILAH dpr KITA............. YUK DUKUNG EKSISTENSI KPK
Balas   • Laporkan
lamunkar
27/06/2012
saatnya anggota dpr yg sok kuasa & sok pinter itu digusur dari senayan......GUSUR...GUSUR...GUSUR
Balas   • Laporkan
"hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp200 miliar." sedikit bgt ? hanya 200 miliar?? dasar wong ndeso gak pernah liat duit banyak gw. paling banyak 200 rb dikantong...hehehe
Balas   • Laporkan
rd1951
27/06/2012
yang bodoh itu saya, kenapa saya pilih mereka jadi anggauta dpr? setelah itu saya bayar gaji mrk, sekarang saatnya saya mengoreksi kesalahan yg lalu, saya ikut meyumbang utk pembangunan gedung kpk,
Balas   • Laporkan
DPR semakin tak dipercaya rakyat.Akibat tunda anggaran KPK,membuka tabir permainan di Banggar DPR emang bukan elusi saja. KPK harus lebih serius ungkap mafia anggaran di Banggar dengan menggali Wa Ode
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru