NASIONAL

Gua Misterius Jadi Solusi Banjir Semarang?

Dari cerita orangtua, konon ada terowongan bawah tanah di Semarang.

ddd
Rabu, 27 Juni 2012, 11:58 Elin Yunita Kristanti, Puspita Dewi (Semarang)
Bungker misterius ditemukan di Semarang
Bungker misterius ditemukan di Semarang (ANTARA/ R. Rekotomo)

VIVAnews - Pekerja Instalasi Pengolah Limbah (IPAL) RS Dr Kariadi Semarang yang sedang menggali tanah terkejut saat menemukan lubang besar menyerupai gua dengan pintu segi empat.

Apa sejatinya ruangan bawah tanah itu masih teka-teki. Ada yang menduganya sebagai bunker Jepang atau saluran air yang dibangun pemerintah Belanda di masa lalu. Sementara masyarakat yang heboh menyebutnya, "gua misterius".

Sejarawan Universitas Diponegoro Semarang Prof Dr Soetedjo Koeat Widodo mengaku belum pernah melihat bunker yang menyerupai gua itu sebelumnya. Kemungkinan temuan itu adalah gua alam sangat kecil, karena daerah tersebut semula daerah pantai.

"Jika itu buatan, kemungkinan besar itu buatan Jepang yang memang sangat suka membuat gua. Di samping itu, kemungkinan adalah drainase kota buatan Belanda," kata Prof Tedjo.

Sejauh ini dalam penelitian, pihaknya belum pernah mendapatkan informasi adanya gua di daerah tersebut. Sehingga sementara ia meyakini bahwa itu lubang buatan, sebagai bunker jika dibangun Jepang.

Jika merujuk pada bentang alam tempo dulu, wilayah RS Dr Kariadi dan juga Taman Pemakaman Umum Bergota, adalah kawasan pantai. Demikian pula dengan kawasan Kelenteng Sam Poo Kong atau daerah Simongan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku baru mendengar adanya penemuan gua misterius itu. Namun dari cerita para orangtua, memang ada terowongan bawah tanah yang menghubungkan kawasan gedung SMAN 1 hingga Benteng Pendem (kini sudah hancur) di kawasan stasiun Poncol.

"Saya belum tahu, itu saluran air bawah tanah atau bunker perlindungan zaman jepang. Tapi jika memang saluran air, dan bisa direvitalisasi untuk saluran air, mungkin bisa jadi salah satu solusi banjir," kata Hendrar Prihadi.

Upaya revitalisasi baru bisa dilakukan tergantung beberapa unsur, pertama  setelah ada kesimpulan jika lubang itu memang saluran air. Kedua, biaya untuk revitalisasi tidak terlalu besar dan ketiga pembiayaan itu mendapat dukungan dari DPRD, pemerintah Propinsi Jateng, dan Pemerintah Pusat.

"Kuncinya adalah kembali menghidupkan kearifan masa lalu yang sudah terbukti bagus," katanya.

Hendrar Prihadi yang baru sehari menerima SK sebagai PLT Walikota itu menegaskan, pihaknya tidak akan terburu-buru menyimpulkan dan mengambil langkah."Semua ada tahapannya. Tapi saya sepakat apapun gua itu, harus dilindungi," tambahnya. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
petani_kutho
28/06/2012
jika dikelola mungkin bisa jadi objek wisata baru di Semarang
Balas   • Laporkan
samudra27
28/06/2012
lebih baik dipakai tempat persembunyian saja pak; nek coro jowone 'delik'an'. :D
Balas   • Laporkan
setiaki
27/06/2012
itu bukan gua misterius tapi memang terowongan yang menghubungkan lawang sewu, kariadi, museum mandala, wisma perdamaian dan tempat lain yang di dalamnya ada saluran air untuk membuang mayat yang dbantai jepang tembus ke muara tanjung mas
Balas   • Laporkan
antinyembahkolor | 29/06/2012 | Laporkan
pak setiaki turunan wong jepang ya..kok tahu. bahaya nih
marehe2 | 28/06/2012 | Laporkan
waduh tau amat pak setiaki...
koberkobere
27/06/2012
semarang kaline banjir, jo sumelang ra dipikir......
Balas   • Laporkan
abdeeas
27/06/2012
Yo wis , ora ngerti
Balas   • Laporkan
braingile
27/06/2012
waduh angel pak pake terowongan kuwi iso ngatasin banjir, lah wong tanah neng cedak pantai ae amble melulu samban tahun +/-10 cm..lah piye.. RTRW ne salah kude ne diseki ojo dibangun gedung neng jarak 10 soko pantai..mulane rob. :(
Balas   • Laporkan
braingile | 27/06/2012 | Laporkan
sama air tanah ojo dipakai terus...tuh lihat tuh sepanjang kaligawe ampe terboyo..walah banjir opo mene neng genuk. sedih aku nek ngeneki. pindah ae ke kota atas. :D


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru