NASIONAL

SBY Pantau Pemeriksaan Anas Urbaningrum

"Kalau sudah masuk televisi, ya nggak mungkin nggak diikuti."

ddd
Rabu, 27 Juni 2012, 17:18 Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, belum menanggapi pemeriksaan Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini.

"Kita ikuti bagaimana proses berjalan," kata Julian di Bina Graha, Jakarta, Rabu 27 Juni 2012.

Julian menyebut, Presiden mengikuti seputar itu melalui televisi. "Kalau sudah masuk televisi, ya nggak mungkin nggak diikuti. Karena sudah diketahui," ujarnya.

Seperti diketahui, hari ini KPK memeriksa Anas terkait kasus Hambalang. Kasus itu terungkap berawal dari "nyanyian" M. Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, ketika dalam pelarian.

Saat baru tiba di kantor KPK, Anas menyampaikan bahwa pemeriksaannya ini diperlukan. "Kalau saya tidak dimintai keterangan, nanti akan muncul prasangka. Nanti KPK disangka ada pesanan politik," kata Anas.

Anas tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Dia mengenakan kemeja batik warna coklat. Sejumlah petinggi Demokrat sebelumnya telah menunggu kedatangannya di depan gedung KPK, seperti Ketua DPP Bidang Komunikasi, Andi Nurpati, dan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Saan Mustafa.

Anas kerap disebut oleh bekas Bendahara Umum Demokrat, Nazaruddin, terlibat kasus ini. Nazar mengatakan uang hasil korupsi proyek Hambalang digunakan untuk memenangkan Anas sebagai Ketua Umum dalam kongres partai di Bandung pada 2010.

Namun, Anas membantah tudingan itu. Dia menyatakan haram membeli suara untuk kemenangannya. Dia juga membantah terlibat korupsi Hambalang. Bahkan, Anas siap digantung di Monas jika terbukti menikmati uang korupsi proyek Hambalang.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
mulyanto.multiniaga
27/06/2012
Ya gak beranilah Ketua Dewan Pembina PD..balas jasa waktu ANAS di KPU. ayooo dukung KPK..kalau KPKnya BERANI....
Balas   • Laporkan
dedot2612
27/06/2012
ayo berani gak SBY pecat si anas yg sdh membantu demokrat dan sby jd pemenang pemilu dan pilpres waktu jd anggota kpu. Tunggu pengadilan rakyat akan segera nyata....
Balas   • Laporkan
Anas & Saan, dua2nya sama aja, bikin Naas negri ini........
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru