NASIONAL

Antisipasi HUT Tentara OPM, Papua Siaga Satu

Hari ulang tahun TPN Organisasi Papua Merdeka jatuh pada 1 Juli.

ddd
Jum'at, 29 Juni 2012, 21:46 Syahid Latif, Banjir Ambarita (Papua)
OPM siap kibarkan bendera pada 1 Juli,
OPM siap kibarkan bendera pada 1 Juli, (Banjir Ambarita/Papua)

VIVAnews - Jelang peringatan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka 1 Juli mendatang, aparat kepolisian mengaku telah meningkatkan status keamanan di provinsi paling timur Indonesia itu pada posisi siaga I.

Status itu dikeluarkan sebagai bentuk antisipasi gangguan keamanan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan menciptakan kekacauan. 

Kapolres Jayapura AKBP, Alfred Papare, di Papua, Jumat, 29 Juni 2012, mengatakan, sebanyak 300 personel ditambah 2 satuan setingkat kompi (SSK) anggota TNI disiagakan menjelang 1 Juli. "Gabungan TNI dan Polri ini akan lebih mengintensifkan patroli dan razia di sejumlah tempat," katanya.

Alfred mengatakan, aparat kepolisian juga akan mendirikan sejumlah pos sementara di sejumlah tempat yang dianggap rawan. "Kami akan tempatkan sejumlah anggota di beberapa titik yang dianggap rawan," tuturnya.

Sementara itu, sejumlah kepala suku di wilayah Papua mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan hasutan dari sejumlah kelompok yang ingin mengganggu ketertiban. "Tetaplah beraktivitas meski juga tetap waspada," ujar Philipus Halitopo, Kepala Suku Pegunungan di Jayapura, Keerom dan Sentani. 

Philipus juga meminta masyarakat asli maupun pendatang di Papua untuk tidak mudah percaya dengan pesan singkat yang beredar terkait rencana pengibaran bendera Bintang Kejora (simbol separatis). 

Saat ini, juga beredar kabar bahwa kelompok OPM pimpinan Lambert Pekikir akan membuat bebunyian yang meminta masyarakat tidak beraktivitas pada saat itu. 

Philipus meminta agar Lambert Pekikir yang hendak mengibarkan bendera Bintang Kejora pada 1 Juli dalam rangka memperingati HUT TPN OPM untuk mengurungkan niatnya. 

"Saudaraku Lambert Pekikir, hentikan niat tersebut, karena tidak menyelesaikan masalah. Papua juga tidak lantas merdeka kalau Bintang Kejora berkibar," tandasnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Suku Dani, Bion Tabuni, yang meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan sejumlah isu menjelang 1 Juli. Bion juga mendesak Lambert Pekikir menghentikan niatnya, karena suku Dani masih berduka usai tewasnya Mako Tabuni dan seorang pemuda. 

Pendapat senada juga disampaikan Kepala Suku Mee Paniai Beny Gobay yang menilai TPN OPM memang sengaja ingin menciptakan keresahan di masyarakat. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Aktor dibalik OPM adalah negara seperti Australia dan Amerika Serikat, OPM Jangan Dilawan dengan Milisi Tandingan/Laskar/Ormas. west Papua frendship asosiation= gerakkan OPM di jejaringan sosial. Lakukan diplomasi cantik perankan Menkopolhukam dan Menlu.
Balas   • Laporkan
dancoz
30/06/2012
sudah jelas2 mau makar kok masi di diamkan... atau memang sengaja di biarkan??
Balas   • Laporkan
tni dan polri ... jika benar bintang kejora akan berkibar pada tgl 1 juli 2012 ,, brondong saja jangan sampai ada yg yg tersisa satu ekor pun opm ,,
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru