NASIONAL

Penyelesaian Papua, OPM Harus Tiru GAM

OPM perlu akhiri perjuangan bersenjata menuju dialog.

ddd
Sabtu, 30 Juni 2012, 07:15 Sandy Adam Mahaputra
OPM Siap Kibarkan Bendera Pada 1 Juli
OPM Siap Kibarkan Bendera Pada 1 Juli (Banjir Ambarita/Papua)

VIVAnews - Organisasi Papua Merdeka (OPM) diminta mengikuti langkah-langkah perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk mengedepankan dialog ketimbang angkat senjata dalam menyelesaikan persoalan di Papua.

"Dengan mengakhiri perjuangan bersenjata menuju dialog, dipastikan kemelut di Papua akan teratasi dan membawa prospek perubahan mendasar sekaligus harapan lebih baik yang menguntungkan masyarakat Papua," kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Sabtu 30 Juni 2012.

Menurut Syahganda, meski berbeda dengan fenomena Aceh karena di Papua terdapat lebih seratus suku dan tidak menonjolkan tokoh utamanya. Namun, prakarsa dialog sangat diperlukan dengan inisiatif para tokoh Papua yang mampu mengakomodir kepentingan sejumlah elemen suku berikut aspirasi OPM.

Pemerintah pusat juga diharapkan mengedepankan gagasan dialog agar persoalan di Papua secepatnya berakhir. Karena itu perlu mengupayakan tokoh utama yang kredibel dan dipandang cekatan dalam menjembatani upaya dialog.

Jusuf Kalla dinilai pantas dipertimbangkan untuk memikul mandat dari pemerintah pusat. Terlebih pernah teruji menyukseskan perundingan dengan tokoh-tokoh GAM.

"Sebenarnya, tokoh lain seperti Aburizal Bakrie, Megawati Soekarno Puteri, dan Surya Paloh pun tergolong layak sejauh pemerintah tidak melihatnya dari kacamata politis," katanya.

Apakah dialog memerlukan kehadiran pemantau internasional atau tidak? Hal itu sepenuhnya bergantung pada penilaian antara pemerintah pusat dan para tokoh Papua dalam menempatkan proporsi perundingan.

Seperti diketahui, jelang peringatan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka 1 Juli mendatang, aparat kepolisian mengaku telah meningkatkan status keamanan di provinsi paling timur Indonesia itu pada posisi siaga I.

Status itu dikeluarkan sebagai bentuk antisipasi gangguan keamanan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan menciptakan kekacauan.

Kapolres Jayapura AKBP, Alfred Papare, di Papua mengatakan aparat kepolisian akan mendirikan sejumlah pos sementara di sejumlah tempat yang dianggap rawan. "Kami akan tempatkan sejumlah anggota di beberapa titik yang dianggap rawan," katanya. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
cumii
22/07/2012
lek dibiarkan berlarut2 lama2 penjahat perang tuh si AMERIKA ikut ambil bagian bro, cari2 alasan tuh...kan die ad kepentingan tuh si freeport yg adem ayem aje nguras kekayaan papua..pemer.bejimane ni kgk ad langkah kongkrit!! SBY congek antek AS!!
Balas   • Laporkan
holland662
02/07/2012
(perumpamaan)pantaskan anak TK disuruh ngurus uang berjumlah milyaran rupiah ??? kalau rakyat Papua ingin diperlakukan seperti daerah lain, berjuanglah lewat jalur pendidikan bukan senjata, sehingga mereka layak dan pantas untuk mengurus milyaran rupiah..
Balas   • Laporkan
cumii | 22/07/2012 | Laporkan
iya ni saya ndiri juga heran loh penduduk papua sekitar 2jt jiwa saya dengan APBD triliunan rupiah lebih bnyak dibandingkan didaerah lain di Indonesia...nag ntu duit larinye kemane yak?? pemer.korup adem ayem soalnya masyarakatnya gag ngawasi kinerja peme
inoo.okkie
01/07/2012
papua gak akan berhenti minta merdeka sebelum pemerintah pusat memperlakukan Papua macam jakarta dan daerah lain. walau ada OTSUS, tp kl pemerintah pusat gk mengawasi, percuma aja.
Balas   • Laporkan
ramadan46
30/06/2012
ini akibat pemerintah kurang perhatian pada ranah papua,,jgan smpe kjdian kyk timor - timur yg pisah dgn NKRI
Balas   • Laporkan
Yang bicara OPM berhak merdeka, dialah antek Barat. waspada.
Balas   • Laporkan
ada tamu datang berkunjung kerumah anda trus anda layani dengan baik..tapi tiba2 tamu tersebut balik merampok anda..menguras seluruh harta anda..apa yg anda lakukan ?logika sederhana aja..opm bukan teroris..
Balas   • Laporkan
soebandrio | 22/08/2012 | Laporkan
wih ngomongin Amrik yang ngangkangi freeport nih?? iya setuju bener..saatnya freeport jadi milik Indonesia untuk kesejahteraan rakyat Papua.
polman
30/06/2012
Inilah klo pemerintah tidak perduli dengan mereka. Ya jelas dong mereka berontak. Sangat menyedihkan sekali INDONESIA ku. Y_Y
Balas   • Laporkan
frogman
30/06/2012
mslh komplikasi,dsamping ksalahan pmerintah pusat dlm pmerataan pbangunan dsegala bdg,(mkn ada unsur ksengajaan),jg kmungkinan ada kkuatan asing yg b'main n mgompori rakyat Papua yg (maaf) mayoritas tbelakang dlm pdidikan dg tujuan mrampok kkayaan Papua.
Balas   • Laporkan
belakebenaran
30/06/2012
Sdh jelas OPM teroris, ayo TNI & Polri habisi OPM, km rakyat akan mendukungmu
Balas   • Laporkan
cumii | 22/07/2012 | Laporkan
jiah songong amat ni komentar yak teroris, dr hongkong!! mreka tuh sodara kite juga!! cuma mreka lagi khilaf dihasut ma AS!! semoga aje mreka cepet sadar ye! n pemer. jgn jadi kebo congek tunduk ma Amerika!!
marthotronjol | 30/06/2012 | Laporkan
g pernah sekolah bung....?????? affandiasry : g usah bawa bawa suku gan.....
homhai | 30/06/2012 | Laporkan
jgn di perkeruh lagi, dialog lebih bgs..kl anda blng OPM teroris, berarti sy selaku org aceh jg tersinggung, anda juga nuduh kami teroris


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru