NASIONAL

Kontak Senjata di Papua, Warga Sipil Tewas

"Ayah korban adalah kepala suku yang memberikan kode isyarat."

ddd
Minggu, 1 Juli 2012, 16:20 Bonardo Maulana Wahono, Banjir Ambarita (Papua)
Pasukan TNI di Papua. Situasi panas di provinsi itu mendorong TNI rutin melakukan patroli.
Pasukan TNI di Papua. Situasi panas di provinsi itu mendorong TNI rutin melakukan patroli. (Antara/ Anang Budiono)

 

VIVAnews - Kontak senjata antara aparat TNI dengan kelompok yang diduga OPM pimpinan Lambert Pekikir terjadi tepat pada peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka, Minggu, 1 Juli 2012, sekitar pukul 09.45 WIT. Satu orang tewas akibat insiden itu. 

Peristiwa yang berlangsung di Desa Sawia Tami, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, itu bermula ketika delapan anggota Batalyon Infantri 431 melakukan patroli rutin dengan kendaraan dinas. Saat melintas di TKP, mobil mereka dihadang dan ditempaki oleh kelompok yang diduga OPM. 

"Danyon 431 beserta anggota berangkat dari Pos Wembi menuju Arso Kota. Sebelum melintas di TKP, mereka bertemu dengan Kepala Suku (Ondoafi). Kepala suku sempat memberikan isyarat (kode) kepada rombongan patrol TNI, tapi kurang dipahami. Ketika tiba di ketinggian 15 meter, patroli dihadang dengan tembakan dari kiri dan kanan mobil," ungkap seorang saksi mata yang namanya enggan disebutkan.

Anggota TNI kemudian membalas tembakan. Selang beberapa menit setelah aksi baku tembak terjadi, kelompok penyerang kemudian berhasil dipukul mundur dan masuk ke hutan.   

“Ketika kelompok penyerang mundur, patroli TNI kemudian mendengar suara teriakan dari kepala suku yang tadinya memberikan isyarat. Ternyata ia berteriak karena anaknya atas nama Johanes Yanaprom ditemukan tewas tertembak 50 meter dari lokasi baku tembak," ujar sang sumber.

Panglima Kodam XVII cenderawasih, Mayor Jenderal (Mayjen) Erwin Safitri, membenarkan adanya penghadangan terhadap anggotanya. "Mobil yang ditumpangi anggota ditembaki. Kaca kiri atas bagian belakang bolong dan tembus ke kaca depan," tandasnya.

Mayjen Erwin mengklaim bahwa para pelaku penyerangan adalah kelompok separatis OPM pimpinan Lambert Pekikir. 

Menurutnya, pasukannya intens menggelar patroli demi mengantisipasi rencana kelompok OPM Lambert Pekikir yang akan menuju Jayapura dan melakukan aksi. "Mereka mungkin tidak senang dengan patroli yang kami gelar, yang bertujuan menghentikan rencana mereka mengibarkan bendera bintang kejora," paparnya.

Mengenai korban tewas warga sipil, ia menduga korban mengenal pelaku penghadangan. "Ayah korban adalah kepala suku yang memberikan kode isyarat kepada anggota kami akan adanya penghadangan," ujarnya.

Juru Bicara Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Yohanes Nogroho Wicaksono, membenarkan adanya penghadangan terhadap patroli TNI di Keerom.

"Danyon 431 dihadang oleh sekelompok orang yang jumlahnya sekitar 3 sampai 5 orang. Mereka menembaki mobil yang ditumpangi anggota TNI. Akibatnya, kaca jendela depan hancur," ujarnya.

Saat dilakukan penyisiran untuk mencari para pelaku, ditemukan satu warga sipil tewas tertembak. 

"Korban tewas atas nama Yohanes Yanufrom. Ia kepala Kampung Sawia Tami," jelasnya.

Saat ini, pasukan gabungan TNI dan Polri masih terus memburu para pelaku. "Kemungkinan mereka lari ke wilayah Perbatasan RI-PNG (Papua Nugini)," paparnya. (sj)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
mau ngelawan Amrik da bnyk contohnya? Irak, Afgan, Pakistan, pikir 2x
Balas   • Laporkan
cumii
22/07/2012
halah paling juga AMERIKA yg jadi dalangnya!! ujung2nya alasan HAM lah ato apalah!!! kalau sampe papua merdeka ndiri nasibnya gag bakal jauh deh kyk Irak, libya n afghanistan yg sm skrg g jelas gr2 ulahnya AMERIKA! RAPATKAN BARISAN INDONESIA!!
Balas   • Laporkan
protester | 26/07/2012 | Laporkan
tinggal gmn kt maen cantik biar ostrali n usa g maen2 lg sm kita. freeport, china n LCS aja dijadikan kartu AS. mka papua g bkalan ad yg macem2.
andym67
01/07/2012
turunkan aja kopassus ke sana....OPM adalah gerakan makar yang mengancam kedaulatan RI
Balas   • Laporkan
selama masih ada Freeport di situ masih ada Delta Force milik amerika - mari kita lihat saja gerak gerk amerika mencuci otak warga papua
Balas   • Laporkan
cumii | 22/07/2012 | Laporkan
betul akar masalahnya y itu FREEPORT!! kalau mau damai papua USIR FREEPORT!! SBY pengecut antek amerika!!
belakebenaran
01/07/2012
sdh jgn dikash hati itu org Papua yg terlibat OPM, habisi saja krn bisanya hanya menjadi pengacau dasar antek Barat
Balas   • Laporkan
Kejadian tsb merupakan suatu bukti bahwa penduduk / warga Papua masih lebih menyukai TNI & POLRI, terbukti dg dia memberitahukan isyarat penghadangan tsb kepada patroli. Jadi sdh selayaknya kalau gerakan makar tsb hrs segera ditumpas habis.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru