HUT OPM, Bendera Bintang Kejora Berkibar
Ada insiden penembakan terjadi di Jayapura. Namun tak ada korban.
Bendera Bintang Kejora (Jackson Kumaat)
VIVAnews - Hari Ulang Tahun OPM yang jatuh tepat pada 1 Juli, diwarnai dengan pengibaran bendera bintang kejora (simbol Papua Merdeka) di sejumlah tempat di wilayah Papua.
Pengibaran itu sesuai dengan klaim pimpinan OPM Lambert Pekikir yang berencana melakukan pengibaran bendera selama 3 hari disertai bunyi mercon.
Dari data yang berhasil dihimpun, bendera berkibar di wilayah Keerom dan Kota Jayapura. Di Kali Kampwolker Perumnas 3 Distrika Heram Waena Jayapura, diamankan sebuah bendera bintang kejora yang dikibarkan pada sebuah tiang. Ukuran bendera 70x100 cm.
Bendera Bintang kejora juga ditemukan berkibar di Lereng Bukit Belakang Sekolah Luar Biasa (SLB) di atas Perumahan Bhayangkara Permai Buper Kelurahan Waena Distrik Heram Waena Jayapura. Ukuran bendera 50 X 120 cm.
Bendera juga bahkan dikibarkan di pusat Kota Jayapura tepatnya di Gedung Samping Gereja Dock 4 Center Belakang Hotel Mulia Idaman Entrop Distrik Jayapura Selatan. Di lokasi ini ditemukan juga selebaran yang bertuliskan "KOMANDO MRK OPEM PISORIA PA MRDKA?". Ukuran bendera 95 cmx 57 cm.
Selain itu, aksi penghadangan dengan cara menembak anggota polisi yang sedang berpatroli juga terjadi di Jalan Gereja Maranatha Abe Pantai Jayapura. Sekelompok orang tak dikenal menumpahkan oli bekas dan biji kacang ijo di jalan. Lalu meletuskan tembakan ke aarah anggota polisi yang melintas. Beruntung dalam aksi itu tidak ada yang terkena tembakan.
Juru Bicara Polda Papua Kombes Pol Yohanes Nugroho Wicaksono saat dikonfirmasi, mengklaim secara umum kondisi Papua pada 1 Juli aman. Meski ada pengibaran bendera Bintang Kejora di beberapa titik. "Kondisi Papua aman, memang ada bintang kejora yang berkibar, tapi itu hanya Keerom dan Jayapura saja," kata Yohanes.
Menurutnya, bendera Bintang Kejora yang berkibar, di Keerom di 4 titik sementara di Kota Jayapura 2 titik. "Kalau yang di Keerom memang wilayahnya Lambert Pekikir," jelasnya.
Yohanes melanjutkan, para pelaku pengibaran bendera Bintang Kejora diduga kelompok OPM pimpinan Lambert Pekikir. "Dia yang klaim akan mengibarkan bendera pada 1 Juli ini, jadi dugaan kami mengarah kepadanya," jelasnya.
Sedangkan wilayah lain Papua seperti Timika, Puncak Jaya, Yapen sama sekali tidak ada pengibaran bendera. "Secara umum Papua aman," ujarnya.
Sementara Tokoh Agama Papua yang juga aktivis pejuang kemanusiaan Pastor Johanes Jonga meminta, jika aparat keamanan menemukan ada pengibaran bendera bintang kejora, jangan sampai ada penembakan. Sebaiknya hanya bendera saja yang diturunkan. "Saya mau katakan, kalau ada pengibaran bintang kejora, jangan bunuh orangnya atau jangan tembak, itu tidak menyelesaikan masalah," ujarnya.
Menurut Pastor Johanes Jonga, dirinya bersama Dewan Adat Keerom sudah mengingatkan Lambert pekikir untuk tidak mengibarkan bendera bintang kejora, karena nanti akan berhadapan dengan Militer. "Memang secara terbuka Lambert sudah menyatakan niatnya akan melakukan pengibaran kepada kami, dan kami sudah melarangnya karena nanti akan berhadapan dengan militer," ujarnya. (sj)
- Info Momentum
- 40% Manusia Terinfeksi "Parasit Pengontrol Pikiran"
- Misteri Harta Karun 8 Ton Suku Maya
- Misteri Orang Sumeria dari Planet Nibiru
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- FOTO: Paola Cazzola, Pembalap Wanita Cantik Pertama di Dunia
- Sum Kuning, Kasus Pemerkosaan Misterius di Indonesia
- FOTO: Kucing Bersayap dari China



