NASIONAL

KPK: Kami Tak Umumkan Pemeriksan Anas

Anas akan menjalani pemeriksaan keduanya sebagai saksi Hambalang.

ddd
Rabu, 4 Juli 2012, 00:04 Elin Yunita Kristanti, Dedy Priatmojo
Anas akan kembali menjalani pemeriksaan di KPK
Anas akan kembali menjalani pemeriksaan di KPK (ANTARA/Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Kabar pemeriksaan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum pada Rabu 4 Juli 2012 yang dikonfirmasi Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP rupanya membuat Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf tak berkenan.

Terkait itu, Johan Budi SP membantah pihaknya sengaja mengumumkan agenda pemeriksaan itu. "Kami hanya menjawab pertanyaan wartawan, bukan mengumumkan," kata dia, Selasa 3 Juli 2012 malam.

Johan menambahkan, para jurnalis sering menanyakan siapa yang diperiksa dalam penyelidikan kasus Hambalang. "Kemudian ada pertanyaan, apakah si A diperiksa lagi, atau si B diperiksa, masak kami diam saja?" kata dia.

Pada Selasa siang Johan menjelaskan, penyidik KPK perlu mengkonfirmasikan informasi yang diterima dari sejumlah pihak kepada Anas. "Baik itu dari Muhammad Nazaruddin maupun Ignatius Mulyono," ujar Johan.

Pekan lalu, KPK telah memanggil Anas untuk dimintai keterangan dalam kasus yang sama. Dalam keterangannya Anas banyak ditanya seputar sertifikat, struktur partai, dan proyek Hambalang. Namun Anas membantah terlibat dugaan korupsi proyek itu. "Nah dari pemeriksaan yang kita lakukan kemarin, pekan ini masih perlu dipandang perlu melakukan pendalaman," tutur Johan.

Sementara, Nurhayati Ali Assegaf menilai, tak ada yang luar biasa dari pemeriksaan Anas. Dia pun mengimbau agar KPK tidak perlu mengumumkan hal seperti itu di media. "Jalankan sesuai prosedur saja," tegasnya.

Ia juga minta agar KPK bersikap profesional. "KPK jangan menimbulkan persepsi di masyarakat. KPK juga harus bersikap profesional sehingga tidak menimbulkan keresahan di publik." (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Sebenarnya jarak yg Indonesia harus jangkau tidaklah jauh. Indonesia bukan hanya menjadi negara yg kaya tetapi juga terkenal sebagai bangsa berbudaya kalau semua korupsi tidak lagi akan terjadi di Indonesia. Mudah2an KPK berhasil memberantas korupsi!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru