NASIONAL

Din Syamsudin: Tak Perlu Ada Sidang Isbath

"Pemerintah tidak boleh memasuki wilayah keyakinan."

ddd
Rabu, 18 Juli 2012, 18:41 Lutfi Dwi Puji Astuti, Oscar Ferri
Din Syamsuddin
Din Syamsuddin (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Meski kemungkinan besar awal puasa baru dimulai pada Jumat 20 Juli 2012, namun hingga kini, pemerintah belum dapat memastikannya.

Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Agama belum melakukan sidang Isbath untuk menentukan kapan, puasa hari pertama serentak dilakukan.

Menanggapi sidang Isbath itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin angkat bicara. Ia menyatakan, seharusnya, untuk kali ini, pemerintah tak perlu melakukan sidang Isbath.

"Karena bulan belum dua derajat. Padahal kan patokannya minimal bulan dua derajat," kata Din di Gedung Mahkamah Konstutusi (MK), Jakarta, Rabu 18 Juli 2012.

Menurut Din, perlu atau tidaknya sidang Isbath, ia pun mengembalikan keputusan itu pada pemerintah. Karena Muhammadiyah sendiri, tidak mau mencampuri urusan tersebut. Menurutnya, penentuan hari pertama puasa sejatinya, sudah memasuki wilayah keyakinan masing-masing orang.

"Wilayah keyakinan bukan wewenang pemerintah. Pemerintah tidak boleh memasuki wilayah keyakinan. Dia hanya perlu mengayomi saja," kata dia.

Din juga menanggapi, adanya kemungkinan hari pertama puasa yang berbeda-beda. Menurutnya, hal itu sebetulnya tidak perlu dibesar-besarkan.

"Karena itu wilayah keyakinan, maka gunakanlah ibadat sesuai dengan keyakinan. Itu pertama," kata dia.

Yang kedua, Din juga menghimbau kepada seluruh umat muslim untuk memaknai Bulan Suci Ramadan sebagai bulan latihan, baik untuk penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) maupun untuk pengembangan kualitas kejiwaan. "Inilah yang paling penting, jadi betul-betul bukan sebagai kerutinan setiap tahun, tapi betul-betul dijadikan sebagai bulan pelatihan," kata Din. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
gibransmart
19/07/2012
contoh buruk figur yg ga kompak sm pemerintah, buat masyarakat bingung n membingungkan
Balas   • Laporkan
vherz
19/07/2012
sbnerny yg mimpin ntu siapa sih?? pak dien apa pmerintah?? tinggal ikutin aja ribet amat.. klo emang pemerintah slah ya dy yg nanggung koq.. qt tinggal menjalankan puasa lilahita'ala aja.... dn 1 lg knp ajaran muhammadyah sllalu berbeda 1 hri dgn pmrntah?
Balas   • Laporkan
lukman.papagita | 19/07/2012 | Laporkan
soale din kecewa, pendapatnya gak didengerkan pemerintah. maunya din pemerintah itu ikut muhammadiyah. itu saja. buktinya, dia 'membangkang' gak mau ikut sidang lantaran gak ingin pendapatnya ditolak
winsemak
19/07/2012
Setuju P' Dien. Sidang itsbat harusnya tidak lagi diselenggarakan oleh Depag. Dengan kriteria BHR Depag yg mensyaratkan tinggi hilal min. 2 derajat untuk bisa dirukyah, & tinggi hilal 19 Juli ini kurang dr 2 derajat. Harusnya sdh diketahui hslnya kan?
Balas   • Laporkan
gibransmart | 19/07/2012 | Laporkan
pake rukyatul hilal dl bung, baru hisab...muhammadiyah ini slalu ga mau kompak krn pimpinannya spt itu
winsemak | 19/07/2012 | Laporkan
Kriteria BHR Depag ini tidak ada dasar agamanya. Yakni melihat bulan baru (hilal) dengan mata (rukyah) maupun hisab (wujudul hilal). Tdk ada hadits yg mensyaratkan hrus 2 derajat.
hamdi1
19/07/2012
Pak Din Syamsudin mntapkan wktu ramadhan bdsarkn kbnarn dr Al-Qur'an & hadits & ilmu pngtahuan. mnrut sy tu bnar. sdang isbath indnsia pd akhirnya mgunakn Vote tuk mnntukn wktu ramadhan & tak mngnakn pengetahuannya.
Balas   • Laporkan
gibransmart | 19/07/2012 | Laporkan
rukyatul hilal (lihat langsung) itu pake apa bung??? dasarnya al_qur'an Hadits jg bung...baru kl tdk terlihat nanti pake hisab, makanya sidang isbat itu penting, wujud musyawarah umat Islam dan pemerintah
DIN SAMSUDDIN Adalah Manusia PEMECAH PERSATUAN UMAT BANGSA INDONESIA.....
Balas   • Laporkan
hamdi1 | 19/07/2012 | Laporkan
seharusnya anda melihat kebenaran dan bukan melihat yang salah. bulan baru dimulai tanggal 19-7-2012 pukul 11:24 AM. da sangat pantas bila puasa dimulai tanggal 20-7-2012. dan anda dapat melihat bulan pada pukl 20:00 diarah barat. yang jika di cocokan ant
vherz
19/07/2012
biasa boss.. nmany jg di indonesia... ywd yg mau puasa puasa yg gk puasa ya gk usah puasa.. gk ush dibkin ribet.. yg punya pendapatny sendri jg nnti dy yg nanggung dosany sendir. yg pnting rakyat mengikuti pemerintah aja.... smoga kputusan pmrintah bnar
Balas   • Laporkan
"Karena bulan belum dua derajat. Padahal kan patokannya minimal bulan dua derajat," kata Din di Gedung Mahkamah Konstutusi (MK), Jakarta, Rabu 18 Juli 2012. Dari mana asal perintahnya ini pak Din?
Balas   • Laporkan
dedyaaa | 20/07/2012 | Laporkan
Yang kemaren ditolak adalah yang dari Cakung, yang setiap tahun selalu menipu. kemaren menipunya kebangetan... belum jamnya muncul udah dikatakan lihat. hehehe....
gibransmart | 19/07/2012 | Laporkan
hadits nabi itu : suuumuuu liru'yatikum...bkn suuumuuu lihisabikum..jd pake rukyah dl baru hisab bung!!! jgn mentang* jago langsung hilangkan rukyah
winsemak | 19/07/2012 | Laporkan
Beginilah kalau sidang itsbat sdh dijadikan proyek oleh Depag. Sudah tahu belum dua derajat, masih menyebar petugas untuk melihat (merukyah) hilal, Ketika ada yang berhasil melihat bulan, kesaksiannya ditolak dan disalahkan.
antisrael
19/07/2012
Pak Syamsuddin, bukankah muslim yang baik itu adalah muslim yang taat pada pemerintah? Bukankah ada perwakilan ulama di pemerintah? Jadi nggak jalan sendiri-sendiri sesuai ego organisasi.
Balas   • Laporkan
gibransmart | 19/07/2012 | Laporkan
diundang baik-baik ga mau datang?? sok banget ne...hrsnya ulama itu dan umaro' (pemerintah) duduk musyawarahkan bersama demi persatuan umat Islam
winsemak | 19/07/2012 | Laporkan
beberapa tahun yg lalu NU Jatim (pakai rukyah) berhari raya/awal ramadhan sama tanggalnya dg Muhammadiyah (wujudul hilal). Tapi Depag? beda sendiri. Dia menolak kesaksian rukyat dengan alasan tinggi minimal dua derajat. Masih ikut Depag?
winsemak | 19/07/2012 | Laporkan
Depag/Pemerintah, dalam penentuan bulan skrg tidak menggunakan wujudul hilal (spt Muhammadiyah) maupun rukyatul hilal (spt NU). Mereka punya kriteria sendiri yaitu Imkanur Rukyah (hilal dua derajat)yg tidak ada dasar agamanya.
mohon ditelaah kembali apa yang dimaksud dengan wilayah keyakinan.apa dianjurkan di dalam Alqur'an dengan adanya wilayah keyakinan hahaah baru dengar saya dengan kata wilayah keyakinan.
Balas   • Laporkan
Ribet.. bingung
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com