NASIONAL

VIDEO: Pasca Bentrok Warga-Aparat di Sumsel

Satu tewas dalam bentrokan ini. Tragisnya, korban masih remaja usia 12

ddd
Minggu, 29 Juli 2012, 11:57 Anggi Kusumadewi
Warga dan Brimob terlibat bentrok di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Warga dan Brimob terlibat bentrok di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. (ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

VIVAnews – Penduduk Desa Limbang Jaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, belum bisa menerima tewasnya salah satu warga mereka, remaja 12 tahun bernama Angga bin Darmawan, dalam bentrokan antara warga dan aparat keamanan.

Bentrokan meletus ketika aparat keamanan menyisir rumah penduduk di sejumlah desa di Ogan Ilir yang dicurigai mencuri 127 ton pupuk dari Perkebunan Tebu Cinta Manis yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII pada 17 Juli 2012. Hilangnya pupuk itu dilaporkan oleh pihak perusahaan.

Menindaklanjuti laporan itu, aparat keamanan pun menggeledah rumah penduduk di Desa Sri Bandung, Ogan Ilir, Kamis 26 Juli 2012, dan menangkap tiga warga yang dituduh mencuri pupuk tersebut. Keesokannya, Jumat 27 Juli 2012, ratusan aparat keamanan bersenjata melanjutkan penyisiran mereka ke tiga desa lainnya. Hasilnya, dua petani Desa Sri Tanjung ditangkap.

Sore harinya, aparat keamanan itu memasuki Desa Limbang Jaya. Melihat iring-iringan truk aparat keamanan itu, warga pun beramai-ramai mendatangi mereka. Aparat keamanan yang melihat banyaknya warga yang menghampiri mereka, kemudian mengeluarkan tembakan. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Dalam kekacauan itu, Angga yang baru duduk di kelas 1 SMP tewas tertembak di kepala saat yang baru keluar dari tempat bermain PlayStation. Selain satu korban tewas, sedikitnya lima orang lainnya terluka dalam bentrok warga dan aparat keamanan ini.

Kepala Desa Limbang Jaya pun kini menuntut aparat bertanggung jawab atas tewasnya Angga. Ia menekankan, penduduk desanya adalah warga sipil, bukan teroris yang pantas ditembaki aparat.

Usai bentrokan itu, warga masih tampak berkumpul di areal perkebunan PTPN VII. Sejumlah personel kepolisian pun disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan. Lihat situasi usai bentrok di tautan video ini.

Warga dan PTPN VII sendiri telah terlibat sengketa lahan sejak 1982. Bentrokan seperti itu pun bukan yang pertama kalinya terjadi. Rabu 18 Juli 2012, warga sempat membakar beberapa rumah dan lahan kebun tebu yang ditempati pegawai di Rayon 3 Desa Sri Bandung, Kecamatan Tanjung Batu. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com