NASIONAL

KPK: Kalau Benar Polri Menyadap, Ya Silakan

Polri sudah membantah melakukan penyadapan terhadap pimpinan KPK.

ddd
Selasa, 14 Agustus 2012, 13:54 Aries Setiawan, Dedy Priatmojo
Alat Driving Simulator SIM
Alat Driving Simulator SIM (ANTARA/Muhammad Deffa)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ingin berpolemik mengenai kabar penyadapan terhadap pimpinan KPK oleh pihak Polri.

Penyadapan diduga terkait kasus korupsi pengadaan driving simulator surat izin mengemudi (SIM) yang menjadi sengketa kedua institusi itu.

"Sejauh yang saya tahu tidak ada pernyataan resmi dari Polri yang menyatakan pimpinan KPK disadap," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP di kantornya, Selasa, 14 Agustus 2012.

Menurut Johan, informasi mengenai adanya penyadapan yang dilakukan Polri tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, beberapa media hanya mengutip sumber anonim yang belum tentu jelas kebenarannya.

Namun jika penyadapan itu benar terjadi, KPK tidak khawatir. "Kalau pun disadap ya silakan saja," ujarnya.

Sebelumnya, Mabes Polri sudah membantah melakukan penyadapan terhadap pimpinan KPK. "Tidak ada, tidak benar penyadapan itu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, Senin 13 Agustus 2012.

Boy menegaskan, Polri mendukung penuh KPK dalam mengusut kasus yang diduga melibatkan 2 jenderal itu. Termasuk memberikan kesempatan kepada KPK untuk memeriksa tersangka yang telah ditahan Mabes Polri.

Seperti diketahui KPK dan Polri masing-masing sudah menetapkan sejumlah tersangka. Namun, ada 3 orang yang ditetapkan menjadi tersangka di KPK dan Polri.

Polri mengklaim mengusut kasus ini sejak Mei 2012. Pada 31 Julu dan 1 Agustus Polri menetapkan lima orang menjadi tersangka. Mereka adalah Wakorlantas Brigjen Didik Purnomo, AKBP TF, bendahara Kompol L, serta dua orang dari swasta yakni BS dan SB.

KPK pun mengklaim mengusut kasus ini sejak Januari 2012. KPK meningkatkan kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan pada 27 Juli 2012 dengan menetapkan 4 tersangka. Mereka adalah mantan Korlantas Djoko Susilo, Wakorlantas Brigjen Didik Purnomo, serta dua orang dari swasta yakni BS dan SB.

Polri sudah menahan 4 tersangka yakni Brigjen Didik, AKBP TF, Kompol L di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Polri juga sudah menahan pihak swasta BS di Rutan Bareskrim. Sedangkan tersangka SB saat ini masih menghuni LP Kebon Waru Bandung karena terjerat kasus dengan rekannya BS. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
vivi.vienna
15/08/2012
Sprtinya tdk mungkin terjadi penyadapan ini, karena stlh adanya pmbicaraan trakhir di dpn SBY,keduanya ditekan utk trs sejalan dan saling menghormati. Penyadapan tnp pernyataan resmi melanggar aturan, jd rasanya terlalu gegabah dan tdk mungkin.
Balas   • Laporkan
tri.saka.3
14/08/2012
kubu kpk + jokowi vs kubu polri + foke
Balas   • Laporkan
ragilpranoto
14/08/2012
Maju terus KPK.....lawan kezholiman......Rakyat Indonesia bersamau KPK
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com