NASIONAL

Senjata Buatan Pindad Siap Serbu Afrika

Negara seperti Irak, Afrika Selatan, Uganda jadi pasar baru.

ddd
Kamis, 30 Agustus 2012, 06:48 Arry Anggadha, Riefki Farandika Pratama (Bandung)
Senapan Serbu atau SS2 produksi PT Pindad
Senapan Serbu atau SS2 produksi PT Pindad (PT Pindad)

VIVAnews - Industri pertahanan Indonesia mulai dilirik negara-negara di dunia. Negara seperti Irak, Afrika Selatan, Uganda, dan beberapa negara lainnya siap menjadi daerah ekspor PT Pindad.

Humas PT Pindad Tuning menyatakan, tertariknya Irak membeli produk Pindad merupakan kebanggan tersendiri bagi Pindad. Menurutnya, produk Pindad sudah layak dan setara dengan produk senjata standar dunia lainnya.

"Irak itu baru melakukan penjajakan dengan kami, kalau untuk dealnya belum dilakukan. Karena jajaran direksi pun baru beres kemarin pulang dari Irak. Kemungkinan penjajakan secara seriusnya setelah Oktober nanti," kata Tuning kepada VIVAnews, Rabu 29 Agustus 2012.

Tuning menjelaskan jika produk yang diminati Irak tersebut adalah senjata serbu (SS) serta kendaraan angkut perang (panser). Bahkan Irak juga berencana memesan panser dalam jumlah yang banyak.

"Rencananya kementerian pertahanan Irak akan melakukan tes dan uji kelayakan produk Pindad saat HUT TNI tanggal 5 Oktober mendatang," jelas Tuning.

Dalam kerjasama tersebut, Tuning memaparkan jika posisi PT Pindad sebagai produsen langsung ke negera tujuan ekspor. Untuk legalisasi serta penawaran harganya dilakukan oleh pemerintah melalui Kemenhan.

"Kita lakukan sistem G To G (goverment to goverment), sehingga tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari apabila terdapat komplain. Terlebih masalah persenjataan bisa berdampak negatif pada suatu negara jika disalahartikan," terang Tuning.

Selain Irak, Timor Leste dan sejumlah negara Afrika juga tengah melakukan penjajakan. Pindad berharap kerjasama yang dibangun oleh dengan sejumlah negara di luar ASEAN bisa mengenalkan produk andalan dalam negeri Indonesia yang semakin canggih. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wednesday
02/09/2012
Mantap. kalo dah banyak ekspor senjata suatu saat Indonesia akan punya kemampuan untuk mengembargo negara lain. alasannya "senjata produk Indonesia digunakan untuk melanggar HAM". G kaya kemaren diembargo terus....hehe
Balas   • Laporkan
dayan_dong | 03/09/2012 | Laporkan
CERDAS
akbarhamdani
30/08/2012
bangga dengan RI yang mamapu memproduksi senjata dengan kualitas dan standar dunia, terus kembangkan agar kita semakin cepat mencapai kemandirian industri pertahanan
Balas   • Laporkan
donilesmana
30/08/2012
wah tandanya produk indonesia tidak kalah dengan produk buatan luar. kita harus mendukung ini, karena hal itu berarti kita mebdukung industri dalam negeri.
Balas   • Laporkan
madmaulana
30/08/2012
Wah mantap! Dukung produk domestik utk mendunia! Kita harus mendukung industri pertahanan domestik kita!
Balas   • Laporkan
vivi.vienna
30/08/2012
Ini salah satu bentuk kebangkitan dari industri di Indonesia. Dengan melakukan penjualan melalui jalur G to G, tidak menutup kemungkinan kalo ini menjadi pemicu bagi industri di Indonesia dlm sektor lain utk membuka peluang ekspor.
Balas   • Laporkan
rizky.zahirrizkyalparisi
30/08/2012
betul topo bukan untuk hal positif
Balas   • Laporkan
topo_bocahalas
30/08/2012
ati" senjata bisa membunuh, harus selektif menjual senjata! jangan sampai digunakan untuk hal yang positif
Balas   • Laporkan
bencoy.squad | 30/08/2012 | Laporkan
ga salah negatif pa positif!?????????
gentongnasi | 30/08/2012 | Laporkan
betul bos, senjata harus digunakan untuk hal yang negatif


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com