Polisi: Balas Dendam, Motif Aksi Teroris di Solo
Ketiga pelaku merupakan eksekutor dalam tiga aksi teror di Solo.
Kapolri: (Antara/Eric Ireng)
VIVAnews - Motif ketiga terduga teroris di Solo melakukan aksinya sebagai bentuk balas dendam terhadap polisi. Hal itu diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
"Dari keterangan tersangka B yang ditangkap hidup-hidup, mereka melakukan aksi ini karena ingin balas dendam kepada polisi," kata Kapolri di Mapolresta Solo, Sabtu 1 September 2012.
Menurutnya penangkapan ketiga tersangka yang masing-masing berinisial S, M, dan B berdasarkan dari penyelidikan dan bukti barang bukti dalam tiga kejadian di Solo.
Pertama saat penembakan Pos Pengamanan Lebaran di Gemblegan pada 17 Agustus 2012, kemudian pelemparan granat di Pos Pengamanan Gladak yang terjadi pada 18 Agustus 2012.
Dan yang terakhir terjadi Kamis malam tadi, 30 Agustus 2012, pos polisi Pasar Singosaren diberondong senjata api oleh orang tak dikenal. Bripka Dwi Data Subekti, anggota polisi yang sedang bertugas tewas, dengan empat luka tembak di tubuhnya.
"Ketiga pelaku merupakan eksekutor dalam tiga kejadian tersebut. Dua pelaku saat ditangkap memberikan perlawanan cukup kuat, hingga akhirnya anggota Densus melumpuhkannya karena membahayakan," kata Timur.
Dia menambahkan pihaknya awalnya ingin menangkap pelaku hidup-hidup, tapi mereka justru memberikan perlawanan cukup kuat dan membahayakan anggota Densus.
Lalu apakah ketiganya pernah mendapatkan pelatihan di kamp Moro, Filipina? "Masih dalam pendalaman, tapi bisa dilihat mereka memberikan perlawanan cukup kuat saat ingin ditangkap," ujar Timur menambahkan.
Semalam, Densus 88 telibat baku tembak dengan tersangka penyerangan Pos Polisi Singosaren, Jalan Radjiman, Solo. Dalam baku tembak yang terjadi di Jalan Vetaran, dua tersangka dan satu anggota Densus, Bripda Suherman, tewas.
Di lokasi lainnya, Anggota Densus 88 juga berhasil menangkap hidup-hidup satu tersangka lain berinisial B. Dari tangan tersangka di lokasi penangkapan Bulurejo, Godangreji, Karanganyar, petugas menyita sepucuk pistol Pietro Baretta buatan Italia, 43 peluru kaliber 99 mm merk Luger, tiga magazen, dan 9 holopoint CBC.
- Info Momentum
- Mengungkap Dua Pesan Crop Formation dari Alien di Inggris
- Kisah Wanita Bersandal Mawar Merah dari Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Gilles de Rais, Legenda Pembunuh Berantai Awal Modern
- Misteri: Kasus Kematian Peragawati Dietje di Era 80an
- VIDEO: Kemunculan Cahaya Misterius Di Atas Kubah Masjidil Aqsa
- FOTO: Mariachi, Offroader Wanita Dengan Skill Super



