NASIONAL

Polisi Sita Senjata OPM yang Dipakai Meneror

Pentolan Organisasi Papua Merdeka, Danny Kogoya, berhasil diringkus.

ddd
Senin, 3 September 2012, 10:44 Anggi Kusumadewi, Banjir Ambarita (Papua)
Pasukan Organisasi Papua Merdeka
Pasukan Organisasi Papua Merdeka (Banjir Ambarita| Papua)

VIVAnews – Danny Kogoya, pentolan Organisasi Papua Merdeka di Jayapura yang selalu mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian aksi penembakan di Papua selama setahun terakhir, diringkus polisi, Minggu malam, 2 September 2012.

Selain menangkap Danny, polisi juga menyita senjata tajam dan dua senjata api yang diduga digunakan Danny Kogoya cs untuk melakukan penembakan. “Dua senjata api itu jenis Double Loop, sedangkan senjata tajamnya berupa tiga bilah parang, tiga buah busur, puluhan anak panah, serta sebuah kampak,” kata Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol Johanes Nugroho Wicaksono, Senin 3 September 2012.

Berbagai senjata tajam dan senjata api tersebut disita polisi dari tempat persembunyian Danny. “Setelah Danny Kogoya dan dua rekannya ditangkap, polisi melakukan pengembangan sehingga diketahuilah tempat persembunyian mereka di BTN Kamkey Atas Abepura. Polisi kemudian menangkap sejumlah pengikut Danny di sana, serta menyita senjata-senjata mereka,” papar Johanes.

Danny sendiri ditangkap di sebuah hotel di Jayapura bersama kedua rekannya. Saat ini Danny sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara akibat tertembak saat berupaya kabur. Sementara itu pengikut Danny yang diringkus di BTN Kamkey Atas Abepura berjumlah 22 orang, dengan beberapa di antaranya telah berstatus sebagai buron polisi.

Beberapa orang yang selama ini masuk Daftar Pencarian Orang yang ditangkap antara lain Petrus Jikwa, Sonny Kosay, Yunus Hiluka, Benis Wanimbo alias Ben, Hengky Nius Boma, Saleh Pagawak, Evri Tabuni, Sumy Tabuni, Lambertus Siep, Tandius Kogoya, Robinus Jikwa, Devison Wanimbo, Bobinus Karoba, Lakis. Mereka dianggap mengetahui serangkaian aksi penembakan di Papua.

Danny Kogoya diduga bertanggung jawab atas sejumlah aksi kekerasan di Papua, yaitu kasus penembakan Nafri yang menewaskan dua orang, penembakan anggota TNI di Skyline, dan penembakan warga Jerman di Pantai Base G. “Danny sendiri bahkan mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian kejadian itu kepada media. Tapi untuk membuktikannya, polisi akan mendalaminya,” ucap Johanes.

Kronologi Penangkapan

Kronologi penangkapan Danny Kogoya cs berawal ketika polisi mendapat informasi bahwa Danny sedang berada di Hotel Dani, Entrop, Jayapura. Polisi lantas melakukan pengintaian. Secara bersamaan, seorang saksi menjemput kelompok Danny Kogoya di BTN Atas Kamkey Abepura dengan mobil Avanza.

Setelah Danny Kogoya cs tiba di Hotel Dani, polisi langsung melakukan pengepungan. Namun ternyata salah seorang rekan Danny yang bernama Sony Kosay mengetahui pengepungan itu. Saat hendak mencabut sangkur, ia berhasil diamankan.

Mendengar keributan, Danny Kogoya bersama Petrus Kosay berusaha melarikan diri dengan cara menabrak petugas hingga terjatuh. Anggota polisi lainnya pun segera melepaskan tembakan untuk melumpuhkan Danny Kogoya. Setelah tertembak di kaki, Danny kemudian ia dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dirawat.

Penggerebekan di markas Danny di BTN Atas Kamkey Abepura sendiri dilakukan oleh anggota gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Jayapura, bersama Satuan Pengendalian Massa dan Satuan Intelijen dan Keamanan. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wong_sugih
03/09/2012
OPM ini didikannya missionaris barat yg masuk sembunyi sembunyi ke papua..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com