NASIONAL

YLKI Umumkan 10 Produk Bermelamin

YLKI Siap Digugat

Selain produk mengandung melamin, F&M dianggap melakukan kelalaian terhadap konsumen.

ddd
Rabu, 4 Maret 2009, 13:46 Elin Yunita Kristanti
Produk yang diduga bermelamin oleh YLKI
Produk yang diduga bermelamin oleh YLKI (VIVAnews/Aries Setiawan)

VIVAnews - Rilis  Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menyebutkan 10 produk positif mengandung melamin, menuai gugatan. Melalui kuasa hukumnya, Suteja, produsen susu F&N menyatakan siap menggugat YLKI.

"Tidak masalah, kami siap digugat. Mereka banyak bolongnya juga," kata Peneliti YLKI, Ilyani kepada VIVAnews, Rabu 4 Maret 2009. Menurut Ilyani, salah satu kelalaian F&N dalam produknya adalah tak mencantumkan alamat distributor.

"Itu sudah melanggar UU Perlindungan Konsumen. Kami jadi susah untuk konfirmasi," tambah dia. Klarifikasi, Ilyani menambahkan, akhirnya dilakukan melalui toko, yang kemudian mengontak supplier produk F&N.

Ilyani menjamin penelitian yang dilakukan YLKI dan Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Indonesia bisa dipertanggungjawabkan, termasuk soal metodologi. Menjawab tudingan pihak F&N bahwa metode yang digunakan YLKI rendah, Ilyani menjelaskan metode identifikasi memang punya sensitifitas berbeda, ada tinggi, sedang, dan rendah. Makin sensitif, makin peka.

"Kami memakai yang 0,05 ppm. Itupun sudah terdeteksi. Tak perlu yang sensitif banget," Ilyani menambahkan. Selagi sample produknya sama, lanjut dia, metode apapun akan mendapatkan hasil yang tak jauh beda. "Bagaimanapun, pasti ketemu," tambah dia.

Menurut Ilyani, dengan mengeluarkan hasil penelitian, YLKI berharap pengawasan terhadap peredaran produk di lapangan makin ketat. Demikian pula dengan penegakan hukum terhadap produsen yang tak taat.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengumumkan 10 produk mengandung bahan berbahaya, melamin. Salah satunya adalah susu kental manis F&M, registrasi ML 505417006156. Susu yang diimpor Ikad-Jakarta itu, menurut hasil penelitian YLKI, mengandung melamin  45,09 ppm.

Penasehat hukum F&M, Suteja membantah hasil penelitian yang dilakukan YLBHI. Menurutnya, YLKI sama sekali tak berhak mengeluarkan pengumuman produk-produk bermelamin.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com