NASIONAL

Dituduh Penyimpangan Pengadaan, Kemenag Minta Data Valid

Irjen Kemenag membantah penyimpangan pengadaan meubelair dan hydrant.

ddd
Rabu, 14 November 2012, 23:14 Bayu Galih, Syahrul Ansyari
Irjen Kemenag M Jasin dan Menag Suryadharma Ali
Irjen Kemenag M Jasin dan Menag Suryadharma Ali (ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVAnews - Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Muhammad Jasin, mengklarifikasi kabar penyimpangan dalam pengadaan meubelair dan hydrant senilai Rp 1,9 miliar dan Rp 1,06 miliar. Jasin mengatakan bahwa proyek tersebut sudah berjalan sebagaimana mestinya.

"Janganlah menyampaikan pemberitaan yang datanya kurang. Pembenahan sudah dilakukan sejak saya masuk dan sudah dilaksanakan," kata Jasin, 14 November 2012.

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menuturkan ada 27 perusahaan calon penyedia barang yang dibutuhkan oleh Kemenag dalam pengadaan Hydran yang kemudian dimenangkan PT Dewi Sartika Djaya dengan nilai penawaran lebih dari Rp800 juta. Sedangkan untuk pengadaan meubel, diikuti oleh 100 perusahaan yang dimenangkan oleh CV Yulia Multi Utama dengan nilai penawaran lebih dari Rp1,7 miliar.

"Perusahaan lain tidak lolos karena tidak memenuhi syarat dalam evaluasi administrasi dan teknis. Salah satunya tidak meng-upload dokumen secara lengkap dan memenuhi standar yang dipersyaratkan seperti dokumen teknis dan rincian harga," urainya.

Secara khusus, Jasin mengungkapkan alasan kekalahan PT Layang Kintaka yang menawarkan harga lebih rendah dari CV Yulia Multi Utama yakni Rp1,4 miliar. Menurutnya, PT Layang Kintaka tidak lulus dalam tahap evaluasi administrasi.

"Dia tidak ada surat dukungan bank minimal 10%, tidak ada pakta integritas, dan surat pernyataan minat," ujar Jasin.

Undang Datang

Sebelum menggelar jumpa pers, Jasin mengaku mengundang Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, yang menduga adanya ketidaktransparan Kemenag dalam dua proyek tersebut. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi undangan.

"Dia harusnya ke sini untuk berdiskusi. Tapi sayang dia tidak datang. Ini mengurangi keprofesionalitasannya sendiri," jelasnya.

Jasin lantas mengajak para wartawan untuk meninjau secara langsung gedung 5 lantai yang akan digunakan untuk auditor Dirjen Kemenag bekerja. Dia menunjukkan bahwa barang-barang berupa kursi, meja, dan lainnya di sana tidak bernilai mahal dan buatan produsen dalam negeri.

"Jadi tidak mewah-mewahan seperti yang ada di DPR," kelakarnya.

Saat dihubungi secara terpisah, Uchok membenarkan jika dirinya diundang oleh Yasin melalui SMS. Namun karena SMS dikirim pukul 12 malam, dia akhirnya tidak dapat membatalkan acara yang menjadi agendanya hari ini.

"Tapi kehadiran saya tidak penting. Yang penting adalah Kemenag harus memperbaiki pengelola anggarannya," katanya.

Terkait kritik yang disampaikan oleh Jasin, bahwa LSM harus menyampaikan data-data yang valid, Uchok mengaku selama ini data yang mereka olah adalah valid. Dia mengatakan salah satu kekurangannya selama ini adalah tidak dapat mengawal proses tender secara menyeluruh.

"Pak Jasin bisa mengatakan seperti itu, tidak lolos administrasi dan teknis. Itu kelemahan kita, tidak bisa memantau lebih jauh lagi, karena itu ditangani panitia. Apakah itu benar-benar kurang atau tidak, kita tidak tahu," ucapnya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
omradsky
14/11/2012
nga percaya sama kemenag, lha wong kitab suci aja berani di korup, apalagi yang lain.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com