NASIONAL

Berita dan Talkshow TV Paling Banyak Diadukan ke KPI

Jumlah pengaduan publik naik menunjukkan bahwa daya kritis naik.

ddd
Jum'at, 28 Desember 2012, 17:02 Arfi Bambani Amri, Nur Eka Sukmawati
Menara pemancar siaran televisi Tokyo Skytree
Menara pemancar siaran televisi Tokyo Skytree (REUTERS/Kyodo)

VIVAnews - Hingga 26 Desember 2012, Komisi Penyiaran Indonesia menerima 43.470 pengaduan tentang isi siaran dari publik. Jumlah pengaduan publik ini jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2007, jumlah pengaduan isi siaran sebanyak 1.335; 2008 sebanyak 3.588; 2009 sebanyak 7.634; 2010 sebanyak 26.489; dan 2011 sebanyak 3.856.

Komisioner KPI Bidang Isi Siaran, Nina Mutmainnah, mengatakan meningkatnya jumlah pengaduan publik menunjukkan bahwa daya kritis publik makin tinggi. Selain itu, publik juga makin memahami bahwa jalur yang tepat mengadukan siaran yang bermasalah adalah ke KPI.

"Ketika ada isi siaran yang dinilai tidak pantas, bermasalah, atau melanggar aturan, maka publik akan mengadukan isi siaran tersebut," kata Nina dalam diskusi Dinamika Penyiaran Indonesia 2012 di Gedung KPI, Jakarta, Jumat, 28 Desember 2012.

Di tahun 2012 ini pengaduan publik terbesar adalah program jurnalistik yakni berita dan talkshow. Secara berurutan, 15 besar jenis acara yang diadukan publik adalah berita, talkshow, reality show, iklan, komedi, sinetron seri, musik, program anak, program olahraga, variety show, azan, film lepas, infotainment, sinetron lepas/ FTV, dan features.

"Program jurnalistik paling banyak diadukan berkaitan dengan materi kaidah jurnalistik dan penghinaan atau pelecehan kepada kelompok tertentu," kata Nina.

Empat Paling Banyak Diadukan

Menurut Nina, ada empat kasus pengaduan publik yang banyak diterima KPI Pusat selama 2012. Pertama, pengaduan kelompok Rohis mengenai talkshow tentang terorisme di Metro TV. Pada September 2012 terdapat 29.904 pengaduan terkait talkshow ini.

Kedua, pengaduan bonek terhadap program Indonesia Lawyer Club di TV One. Terdapat 3.297 pengaduan pada Maret 2012.

Ketiga, pengaduan program Supertrap di Trans TV yang menampilkan jebakan di toilet umum. Pada November 2012, pengaduan terkait program ini sebanyak 2.265.

Keempat, pengaduan tidak akuratnya pemberitaan mengenai Ustad Badri sebagai tersangka teroris di TV One pada Oktober 2012 sebanyak 2.162 pengaduan.

Di 2012, KPI menjatuhkan 107 sanksi administratif berupa sanksi teguran pertama, teguran kedua, penghentian sementara, hingga pembatasan durasi kepada 11 stasiun televisi berjaring.

"Sanksi ini meningkat sekitar 95 persen dibandingkan tahun lalu.  Tahun lalu, KPI Pusat hanya menjatuhkan 55 sanksi administratif," ujarnya. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com