NASIONAL

Doel Sumbang Protes Kurikulum Sekolah Tanpa Bahasa Sunda

Doel bertekad, akan terus menciptakan lagu berbahasa Sunda

ddd
Kamis, 3 Januari 2013, 06:36 Arfi Bambani Amri, Heryu Nandiasa
Pencinta Bahasa Sunda unjuk rasa
Pencinta Bahasa Sunda unjuk rasa (Antara/ Agus Bebeng)

VIVAnews - Kurikulum Pendidikan Nasional 2013 mendapat banyak kecaman. Salah satu kecaman datang dari penyanyi asal Jawa Barat, Doel Sumbang, yang memprotes hilangnya mata pelajaran Bahasa Sunda.

"Mau dibawa ke mana sebuah suku bangsa, bila bahasanya punah. Pemimpin Jawa Barat yang mendukung kurikulum ini harus diturunkan," kata Doel Sumbang saat pertunjukan 'Malam Dongdang 5' di gedung pertunjukan legendaris majestic Bandung, Rabu 3
Januari 2013.

Ia mengatakan Jawa Barat bukan hanya butuh gubernur, tapi butuh pemimpin. "Gubernur cuma orang yang gemar umbar janji banyak hal di banyak tempat. Pemimpin adalah tauladan yang membangun dan menjaga tradisi," katanya di hadapan pasangan calon gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masuki.

Doel sangat kahawatir dengan mulai terkikisnya banyak budaya terutama Bahasa Sunda. Kekhawatirannya bertambah ketika banyak kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah yang justru semakain mengucilkan sebuah tradisi budaya. Uji publik yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan mengungkap, kurikulum baru meniadakan muatan bahas lokal dalam materi pendidikan.

Ia secara pribadi menolak semua upaya pengucilan nilai tradisi dan budaya. Doel mengatakan akan melakukan perlawanan sesuai kemampuannya dalam menolak kebijakan ini.

"Salah satu perlawanan, saya bikin lagu Sunda terus tidak peduli laku atau tidak. Saya terus berkarya bukan cari untung. Saya berkarya karena saya tidak ingin bahasa sunda punah," katanya.

"Mau jadi suku apa orang Sunda kalau bahasanya punah. Terserah orang mau bilang apa, minimal saya yang akan menjaganya. Saya yakin banyak seniman dan masyarakat sunda termasuk suku lain yang sepakat dengan saya," katanya.

Rieke Dukung Doel

Sebagai orang asli Sunda, aktris yang juga politisi Rieke Diah Pitaloka merasa bahasa daerah terutama Bahasa Sunda mulai tak digunakan masyarakat Jawa Barat. Demi melestarikan itu, Rieke meminta Doel Sumbang membuat lagu berbahasa Sunda untuknya. Hasilnya, muncul lagu berjudul 'Dong Dang 5'.

Menurut Rieke, lagu itu merupakan salah satu cara yang ia lakukan selain untuk melestarikan bahasa daerah juga untuk melestarikan pop Sunda. "Betul-betul terimakasih karena dukungan dari kawan-kawan, kebudayaan pop Sunda yang dipimpin oleh Doel Sumbang. Saya diminta menyanyi satu lagu, tapi saya tak menyangka seserius ini," ujarnya saat ditemui di Hotel Savoy, Bandung, Jawa Barat, Rabu 2 Januari 2013.

"Komunitas pekerja seni, seperti menitipkan pesan, agar kebudayaan di Jabar bisa hidup, bisa memberikan kehidupan, tanpa ada rasa takut. Kalau dilarang-larang berkreasi, tentu mematikan kreatiVitas," katanya.

Sebagai seorang yang besar dari dunia seni, wanita yang akrab disapa Oneng itu menyatakan ingin pop Sunda menjadi tuan rumah di Jawa Barat. "Kalau lagu Korea bisa populer, saya yakin kalau diberi ruang pekerja seni banyak lagu Sunda bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia," katanya.

"Saya berangkat dari seni saya memahami bentuk kebutuhan itu. Jadi pekerja seni yang menjaga tradisi pasti beda mereka orang-orang yang membuka lapangan kerja sendiri. Kalau mereka dibiarkan hidup berkembang, tentu tak bisa berdiri sendiri," kata calon Gubernur dengan nomor urut 5 itu.

Menurut Doel Sumbang, lagu yang ia ciptakan dalam 2,5 jam itu tidak ada muatan politik apapun di dalamnya. Ia hanya berharap melalui lagu tersebut, masyarakat Sunda bisa lebih cinta dengan wilayah mereka.

"Ini lagu kecintaan terhadap provinsi ini. Lagu ini cocok dipakai Rieke. Yang bukan orang Sunda juga pasti mudah banget, tetap bahasa Sunda, tetap bisa melekat. Denger musik bisa joget, senang. Saya harap ini bisa bantu perjuangan Rieke," kata pelantun 'Kalau Bulan Bisa Ngomong' itu. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
audiotherapy
03/01/2013
BISA TERLUPAKAN KALAU GA DIAJARKAN KE GENERASI PENERUS
Balas   • Laporkan
Kang Doel ... yang perlu di protes itu jika dalam buku pelajaran anak SD ada foto artis film porno..
Balas   • Laporkan
viola2112
03/01/2013
bahasa daerah memang seharusnya tidak diajarkan disekolah. bahasa daerah cukup dilingkungan rumah saja. jika ingin diajarkan disekolah, lebih baik berupa adat istiadatnya saja, bukan bahasanya.
Balas   • Laporkan
ayibrik | 03/01/2013 | Laporkan
viola2112 = ( bahasa adalah salah satu alat pemersatu bangsa ) jawa barat punya bahasa daerah sendiri jadi wajib di lesarikan salah satu caranya adalah melalui pendidikan, anda pasti berasal dari daerah yang tidak memiliki bahasa daerah(dasar)
tubil
03/01/2013
euleuh...euleuh...tah gening iyeu teh demo atawa kampanye ? teu ngarti pisan uing mah bari jeung mamawa jelema Bloon alias si Oneng deui, teu pirah watir di tumpangan ku politik
Balas   • Laporkan
predy
03/01/2013
judlnya mntap..doel kya kya phlawan sunda,ngga taunya kampanye brayyyyy! jd "congor"nya oneng,basi cra maen lu doel!
Balas   • Laporkan
torik11111
03/01/2013
Doel Sumbang..org g ngerti apa ya bego amat sih. keputusan pemerintah kurikulum 2013 sifatnya nasional. kl bhs daerah itu muatan lokal jadi masing2 daerah/sekolah itu sendiri yg memutuskan. sok pahlawan lo!! tapi g ngerti. pelajarin dulu baru komen.
Balas   • Laporkan
damaskeda | 03/01/2013 | Laporkan
ya namanya aja udah sumbang jadi aja komennya sumbang, nggak dipelajari dulu baru protes. bahasa daerah kan muatan lokal, jadi terserah daerah masing2. dikbud kan yg menyangkut nasional aja. si oneng jg nggak ngerti atau memanfaatkan situsi masyarakat nih
ab.ardi2 | 03/01/2013 | Laporkan
Setuju mas bro...
vera_mardiana
03/01/2013
wedhus!!! DOEL minta SUMBANGan ternyata kampanye!! jadi corongnya si ONeng
Balas   • Laporkan
jobcariuang
03/01/2013
SESUAI SUMPAH PEMUDA bahas persatuan Bahasa Indonesia, setiap daerah mau pakai bahasa mereka di sekolah, apa-apan nih..orang sunda sendiri anaknya pakai bahasa INDONESIA, jangan Cemen lah..NGANCAM SEGALA..cukup ORANG Tuannya aja yg ngajarin anaknya..
Balas   • Laporkan
ayibrik | 03/01/2013 | Laporkan
jobcariuang = ( bahasa adalah salah satu alat pemersatu bangsa ) jawa barat punya bahasa daerah sendiri jadi wajib di lesarikan salah satu caranya adalah melalui pendidikan, anda pasti berasal dari daerah yang tidak memiliki bahasa daerah(dasar)
jobcariuang
03/01/2013
Saya sebagai orang bukan sunda tinggal diBekasi, merasa keberatan Bahasa SUNDA diajarkan di Sekolah, buang-buang waktu anak aja, mending bahasa INGRIS dan MANDARIN diperbanyak ada manfaatnya, bahasa sunda hanya ruang lingkup kecil aja,
Balas   • Laporkan
ayibrik | 03/01/2013 | Laporkan
jobcariuang = ( bahasa adalah salah satu alat pemersatu bangsa ) jawa barat punya bahasa daerah sendiri jadi wajib di lesarikan salah satu caranya adalah melalui pendidikan, anda pasti berasal dari daerah yang tidak memiliki bahasa daerah(dasar)
dargombess | 03/01/2013 | Laporkan
mun kitu mah naha atuh henteu geuwat nyingkah wae?
dargombess
03/01/2013
sugan teh enya demo atawa kumaha kitu.. eh geuning ieu mah kampanye pulitik..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com