NASIONAL

Menkeu: Butuh Kesepakatan pada Pos-pos Penting Terkait APBN-P

Realisasi subsidi BBM mendapatkan perhatian perhatian khusus.
Rabu, 27 Februari 2013
Oleh : Mohammad Adam, R. Jihad Akbar
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo.

VIVAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui ada beberapa asumsi pemerintah dalam APBN 2013 yang telah meleset pada awal tahun ini.  Namun, menurutnya kementerian masih perlu mengkaji terlebih dahulu untuk untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P).

Kajian yang dimaksudnya itu antara lain memastikan apakah selisih akibat melesetnya asumsi akan berdampak terhadap ketahanan fiskal pemerintah selama setahun.

"Karena ini kan masih awal tahun, kami belum bisa melihat apakah selisih itu merupakan selisih yang akan berdampak setahun ke depan atau tidak. Jadi kita masih mengkaji," ujar Agus di kantornya, Jakarta, Senin 27 Februari 2013.

Perkembangan ekonomi Indonesia pada awal tahun dan evaluasi kinerja pemerintah juga menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan APBN-P. Selain itu, realisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) juga mendapatkan perhatian khusus kementerian keuangan dalam kajian yang dilakukan. Karena dapaknya akan sangat berpengaruh pada ketahanan fiskal pemerintah jika tidak dijaga.

"Kita juga perlu menyepakati untuk pos-pos yang benar-benar penting kalau mau melakukan APBN-P," katanya.

Sebelumnya, dalam Rapat internal Presiden dengan DPR di Kantor Presiden pada Senin lalu, Ketua DPR RI Marzuki Alie meminta pemerintah segera melakukan pembahasan APBN-P 2013. demi menjaga kekuatan fiskal ditengah krisis ekonomi global saat ini.

Sebelumnya, dalam rapat internal Presiden dengan DPR di Kantor Presiden kemarin, Ketua DPR RI Marzuki Alie meminta pembahasan APBN-P 2013 dipercepat. Upaya itu dipandang perlu guna mengantisipasi pelanggaran yang potensial terjadi, misalnya pelaksanaan program yang tidak terealisasi sesuai target.

"Oleh karena itu, kami meminta kepada pemerintah untuk melakukan pembahasan APBN-P 2013 lebih cepat lebih baik," kata Marzuki di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 25 Februari 2013. (eh)

 

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found