NASIONAL

Puluhan Peserta Haji Cuci Darah Saat di Arab, Ada Apa?

DPR minta penyaringan calon peserta haji diperketat.

ddd
Senin, 4 Maret 2013, 16:44 Arfi Bambani Amri
Para tenaga medis memindahkan pasien jamaah haji Indonesia yang dirawat di ICU Rumah sakit milik Arab Saudi
Para tenaga medis memindahkan pasien jamaah haji Indonesia yang dirawat di ICU Rumah sakit milik Arab Saudi (ANTARA/Maha Eka Swasta)
VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat merasa prihatin dengan meningkatnya problem peserta haji yang sakit berat saat menunaikan ibadah Islam itu. Bahkan, musim haji tahun lalu, anggota Komisi VIII DPR Ledia Hanifa yang menjadi pengawas haji menemukan 84 orang peserta yang harus jalani cuci darah saat berhaji.

“Ada pasien penderita diabetes dengan kondisi sudah mengalami gangren, ada jamaah penderita kanker, ada yang sakit jantung, ada yang mengidap tumor cukup parah hingga harus dilakukan operasi dan bahkan di Madinah saja sudah ada 84 jamaah yang harus menjalani cuci darah sehingga mesti dirujuk ke rumah sakit  milik pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” kata Ledia menceritakan lagi pengalamannya saat menjadi pengawas haji tahun lalu.

Karena itu, usai mengikuti rapat kerja dengan Wakil Menteri Kesehatan, Muhammad Ali Gufron, Senin 4 Maret 2013, Ledia meminta Kementerian Kesehatan untuk proaktif menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait masalah isthithoah atau kemampuan untuk berhaji. Sebab, kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini, kemampuan berhaji semestinya tak hanya dilihat dari sisi pertimbangan finansial tetapi mempertimbangkan kemampuan kesehatan.

Niat orang untuk beribadah memang tak boleh dihalangi, tetapi memastikan setiap orang bisa beribadah secara maksimal salah satunya dengan kesehatan yang prima jelas juga penting. “Jangan sampai terjadi, bersikeras berangkat tanpa kondisi kesehatan prima malah membuat sakit itu bertambah berat setibanya di tanah suci.  Akibatnya, ibadah pun terganggu dan tidak bisa dilaksanakan secara maksimal,” kata Ledia dalam siaran pers ke VIVAnews.

Selain itu, Ledia juga mengingatkan Kemenkes untuk mendorong puskesmas agar tampil lebih proaktif dalam hal melayani calon jamaah haji. “Puskesmas sebagai ujung tombak penyelenggaraan kesehatan haji jangan hanya menjadi petugas pemeriksa kesehatan calon jamaah haji tetapi juga mesti aktif memberikan penyuluhan bagaimana menjaga kesehatan tubuh jamaah, baik di masa sebelum berangkat haji sampai berangkat dan juga bagaimana menjaga kesehatan selama menjalani prosesi ibadah haji.“ (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com