NASIONAL

VIDEO: Pengamat Intelijen Sebut Penyerangan LP Operasi Militer

Kurang dari 10 menit, keamanan Lapas lumpuh dan 4 napi ditembak mati.

ddd
Senin, 25 Maret 2013, 14:23 Anggi Kusumadewi
Lapas Cebongan dijaga ketat personel TNI dan Brimob setelah diserbu kelompok bersenjata misterius.
Lapas Cebongan dijaga ketat personel TNI dan Brimob setelah diserbu kelompok bersenjata misterius. (ANTARA/Sigid Kurniawan)
VIVAnews – Gerombolan bersenjata senapan serbu laras panjang AK47 mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu dini hari 23 Maret 2013. Mereka turun dari empat mobil, dan sebagian langsung merangsak masuk ke dalam Lapas dengan melompati pagarnya.

Sipir Lapas Cebongan ditodong, dihantam popor senapan, dan diancam dengan granat untuk menunjukkan sel empat tersangka kasus pengeroyokan dan pembunuhan anggota Kopassus yang belum sehari dititipkan Polda DIY ke Lapas itu. Begitu tahu lokasi sel target operasi, mereka langsung menuju ke sana dan memberondong keempat tersangka dengan peluru di hadapan puluhan tahanan lain.

Keempatnya tewas. Aksi penyerangan ini berlangsung sangat cepat, hanya berkisar 5-10 tahun menit. “Penyerangan terhadap Lapas Cebongan yang membuat 4 narapidana terbunuh ini adalah fakta mengerikan,” kata pengamat intelijen Mustofa Nahrawardaya.

Simak analisis Mustofa soal penyerangan terhadap Lapas Cebongan itu di tautan video ini.

Mustofa berpendapat, kejadian di Lapas Cebongan tersebut merupakan operasi militer yang dilakukan oleh kelompok terlatih dan memiliki kepercayaan diri tinggi. “Saya  tidak menyebut pelakunya militer. Tapi jika bukan orang terlatih dan terukur yang melakukannya, tidak bisa,” kata dia.

Salah satu karakter yang dimiliki kelompok bersenjata misterius itu, menurut Mustofa, adalah tingkat kepercayaan diri yang tinggi. “Mereka tidak takut menghadapi petugas Lapas. Mereka bisa melewati 5 pintu Lapas – dari depan menuju sel para korban – dengan mulus,” ujarnya.

Kelompok ini, kata Mustofa, jelas punya pasokan senjata dan keterampilan militer. Di sisi lain, menurutnya, bisa jadi penyerangan ini didesain oleh kelompok tertentu untuk menimbulkan persepsi bahwa yang melakukan penyerangan adalah Kopassus. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
minal
25/03/2013
Melegalkan kriminal & pembunuhan!! emg ni hukum milik nenek moyang elu.
Balas   • Laporkan
ironhide
25/03/2013
Gw setuju, kalau semua preman ini harus dibumi hanguskan dari muka bumi. Alias dimatiin aja. Tapi caranya kurang elegant, terlalu kasar.
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
25/03/2013
ya kalau emang begitu...TNI turun tangan juga dong..kan citra nya di rusak..
Balas   • Laporkan
wawakiy
25/03/2013
siapapun identitasnya, saya sangat setuju, preman patut dibersihkan, bagi yang tidak setuju, tanya donk ama masyarakat disana, gimana kelakuan begundal itu, sebelum comment mikir dulu donk bravo petrus
Balas   • Laporkan
danildan | 25/03/2013 | Laporkan
emank preman cuma dr satu etnis aja....disana juga banyak preman termasuk aparat juga!!


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com