NASIONAL

45 Diperiksa, Penyerang LP Cebongan Masih Misterius

Polisi tabah yakin pelakunya orang terlatih.
Rabu, 27 Maret 2013
Oleh : Suryanta Bakti Susila, Erick Tanjung
Lapas Cebongan, Sleman, juga dijaga Provost TNI paska penyerangan brutal Sabtu 23 Maret 2013 dinihari.
VIVAnews - Polisi telah memeriksa lebih dari 45 saksi terkait penyerangan di Lapas Cebongan, Yogyakarta. Namun, sampai saat ini mereka mengaku belum mendapatkan titik terang dalam peristiwa pembunuhan empat tahanan titipan Polda DIY di lapas itu.

"Hingga saat ini kami masih mendalami semua saksi-saksi yang kurang lebih sudah 45 orang yang diperiksa. Baik itu petugas LP Cebongan maupun para napi yang menyaksikan kejadian itu," kata kata Suhardi Alius, Kepala Divisi Humas Mabes Polri disela-sela Rapat Kerja Teknis Humas Polri se-Indonesia di Hotel Maharaja, Jakarta, Rabu 27 Maret 2013.

Kini, kata Suhardi, penyidik Kepolisian tengah mengkaji lebih dalam keterangan dari masing-masing saksi. "Tentu semua saksi berdasar pengalamannya masing-masing itu mesti dikroscek kebenarannya," kata Suhardi.

Menurut Suhardi, berdasarkan keterangan para saksi itu diduga pelakunya merupakan orang profesional. Itu tampak dari cara aksinya yang begitu rapi dan cepat.

"Seperti kita lihat bersama, memang pelaku terlatih dan cepat dalam melakukan aksinya,"  kata dia.

Suhardi menjanjikan Mabes Polri  akan transparan dalam pengusutan kasus penyerangan LP Cebongan tersebut. "Kami bekerja objektif dan berlandaskan kepada profesionalisme. Jujurnya Polisi mesti begitu, tidak bisa kita menuding-nuding, berandai-andai, tidak boleh," katanya.

Mabes Polri meminta kepada masyarakat, supaya tidak berspekulasi dengan berandai-andai menebak pelaku penyerangan itu. "Kami bekerja secara profesional, karena kita tidak boleh beandai-andai. Semuanya tetap berlandaskan pada objektifitas di lapangan," kata Suhardi.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Polisi mengungkap kasus ini secara jujur. Selain itu, dia pun meminta kepastian dari kepolisian agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di Yogyakarta.

"Penyerangan kelompok bersenjata harus dituntaskan. Polisi harus bisa membongkarnya," kata Sri Sultan, Selasa 26 Maret 2013 di Yogyakarta.

Sama seperti masyarakat, Sultan juga ikut mencermati kasus ini dan menunggu penyelidikan polisi. Dalam menunggu penyelidikan itu, Sultan berharap masyarakat tidak berandai-andai tentang siapa pelaku penyerangan yang menembaki empat tahanan lapas itu hingga tewas. (umi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found