NASIONAL

Ketua MA: Sudah Sejahtera Kok Masih Ada Hakim yang Terima Suap

Hatta Ali harap kasus yang jerat hakim Setyabudi sebagai yang terakhir

ddd
Rabu, 27 Maret 2013, 16:47 Ita Lismawati F. Malau, Nur Eka Sukmawati
Hakim Setyabudi Tedjocahyono ditangkap KPK
Hakim Setyabudi Tedjocahyono ditangkap KPK (Antara/ Wahyu Putro A)
VIVAnews - Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali, menyesalkan hakim Setyabudi Tedjocahyono, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi akibat kasus suap. Penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp150 juta di ruang kerja hakim Setyabudi.

Setyabudi diduga menerima suap penanganan perkara korupsi Bansos APBD Kota Bandung. Hatta menegaskan, kesejahteraan hakim sudah diperhatikan dengan adanya peningkatan. Tapi, dia heran, mengapa masih ada hakim yang tertangkap menerima uang suap. "Kok masih ada hakim yang kayak gitu," ujar Hatta di Jakarta, Rabu, 27 Maret 2013.

Hatta berharap kasus yang menimpa hakim Setyabudi sebagai kasus pertama dan terakhir. "Mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir. Pada saat ikatan hakim membangun kepercayaan publik kok ada hakim juga yang mengkhianati," ungkap dia.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Hatta mengaku akan lebih bersikap tegas kepada para hakim di Indonesia. "Saya akan bersikap tegas kepada hakim-hakim yang mencoreng lembaga peradilan," tegas Hatta.

Atas kasus tindak pidana korupsi tersebut, Hakim Setyabudi dikenakan pasal 12 huruf a atau b atau c atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11. Pasal itu, adalah pasal suap dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan, pemberinya yang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu HN, AT, dan TH dikenakan pasal pemberi suap yaitu pasal 6 ayat 1 atau pasal 5 ayat 1 atau pasal 11. (ren)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
m.ikhsan
27/03/2013
makanya "hukum" dinegara kita g bs ditegakkan... wong hakimnya aja mau terima suap, apalagi yang laen...... dan akhirnya gak kan pernah ada yang namanya Keadilan walaupun banyak kantor pengadilan...."money politik sdh menjadi bagian sistem birokasi mereka
Balas   • Laporkan
dulkamid
27/03/2013
Harap maklum pak, namanya juga hakim obat nyamuk. Perlu duit banyak untuk nyetor ke induk semangnya. Ya tau sendirilah siapa induk semangnya hakim.
Balas   • Laporkan
ndayak
27/03/2013
gawe jatah'e mbok enom lak gak onok kalau gak geleman ???
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com