NASIONAL

Setyabudi Bungkam Ditanya Keterlibatan Walikota Bandung

Ia menghindari kamera dan bergegas masuk mobil tahanan.

ddd
Rabu, 27 Maret 2013, 19:04 Mohammad Adam, Dwifantya Aquina
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi setelah tertangkap tangan terima suap Rp150 juta.
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi setelah tertangkap tangan terima suap Rp150 juta. (Antara/ Wahyu Putro A)
VIVAnews - Usai diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi selama kurang lebih 7 jam, Rabu 27 Maret 2013, Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Setyabudi Tedjocahyono, tutup mulut saat dicecar para pewarta soal uang suap Rp150 juta yang kabarnya diberikan atas perintah Walikota Bandung, Dada Rosada.

Setyabudi bungkam soal andil Dada Rosada dalam kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) di Pemkot Bandung.

Setyabudi yang mengenakan baju tahanan KPK itu memilih menutupi wajahnya dengan kertas dan menghindari sorotan kamera. Ia bergegas memasuki mobil tahanan yang akan membawanya ke Rumah Tahanan Negara KPK, cabang Pomdam Jaya, Guntur, Manggarai, Jakarta Selatan, tempat dia ditahan.

Hakim Setyabudi hadir menjalani pemeriksaan perdana paska ditetapkan sebagai tersangka sebagai saksi untuk tersangka Herry Nurhayat.

KPK menangkap tangan Setyabudi Tedjocahyono di ruang kerjanya, Jumat pekan lalu. Selain dia, KPK juga mengamankan dua pegawai Pemkot Bandung dan seorang swasta.

Dari tangan para tersangka, KPK menyita uang Rp150 juta yang diduga uang suap terkait putusan perkara korupsi dana bantuan sosial (Bansos) di Pemkot Bandung.

Atas kasus tindak pidana korupsi tersebut, Hakim ST dikenakan pasal 12 huruf a atau b atau c atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11. Pasal itu, adalah pasal suap dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan, pemberinya yang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu HN, AT, dan TH dikenakan pasal pemberi suap yaitu pasal 6 ayat 1 atau pasal 5 ayat 1 atau pasal 11. (eh)




© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com