NASIONAL

MK Gelar Sidang Gugatan Pilkada Sumatera Utara

Calon yang diusung PDIP menuding pemenang Pilkada melakukan kecurangan

ddd
Rabu, 3 April 2013, 08:44 Anggi Kusumadewi
Pasangan Effendi Simbolon-Djumiran Abdi menggugat hasil Pilkada Sumut.
Pasangan Effendi Simbolon-Djumiran Abdi menggugat hasil Pilkada Sumut. (Antara/ Irsan Mulyadi)

VIVAnews – Mahkamah Konstitusi (MK) akan kembali menggelar sidang gugatan Pilkada Sumatera Utara, Rabu 3 April 2013. Gugatan ini diajukan oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi.

Effendi-Djumiran menganggap pelaksanaan Pilkada Sumut 2013 diwarnai kecurangan yang dilakukan pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi yang disokong Partai Keadilan Sejahtera. Effendi optimistis gugatan mereka akan terbukti di persidangan MK.

Effendi mengatakan sudah mengantongi dan menyerahkan bukt-bukti kunci pelanggaran yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara, KPU Kabupaten/Kota, dan pasangan calon Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi.

“Ada beberapa kategori kecurangan yang dilakukan pihak KPUD, sedangkan Gatot-Tengku Erry melakukan pelanggaran semisal menggunakan APBD dan berkonspirasi dengan kabupaten untuk mendapatkan dana bantuan daerah,” kata Effendi.

Politisi PDIP itu mengatakan hanya kurang dari 50 persen warga Sumut yang bisa menggunakan hak pilihnya. Padahal, dana yang dihabiskan untuk pesta demokrasi di wilayah Sumut itu mencapai Rp500 miliar. “Ini pemborosan yang luar biasa,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu.

Effendi berharap majelis hakim bisa melihat dan mempertimbangkan hal-hal tersebut dengan mengedepankan asas keadilan bagi tegaknya proses demokrasi. Sidang gugatan Pilkada Sumut akan digelar selama dua minggu dan dipimpin oleh Hakim Akil Mochtar dengan anggota Hakim M. Alim dan Hakim Hamdan Zoelfa.

KPUD Sumut mengatakan akan menunggu hasil persidangan di MK. Seperti dikethui, proses penghitungan suara Pilkada Sumut memenangkan pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi dengan total suara 33 persen. Gatot sebelumnya meminta pihak yang kalah dalam Pilkada Sumut untuk legowo. (kd)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
gintunganringin
03/04/2013
Boros..boros..boros. Sistem Pilkada langsung bikin boros anggaran negara, belum lg kalo ada kerusuhan banyak infrastruktur dirusakin, btul2 blm siap Pilsung. Utk Kepala Daerah lebih tepat dg sistem jenjang karir aja, bisa dr TNI, Polri, PNS. Aman n hemat
Balas   • Laporkan
imamtaufik
03/04/2013
Si merah lagi si merah lagi, hanya ada kemarahan di mata banteng ini..
Balas   • Laporkan
wong_sugih
03/04/2013
lagi lagi kotak kotak kalah... dan lagi lagi menggugat. mungkin sudah budaya para pemimpin partainya yg tdk terima kekalahan. kalah mah kalah aja om. fair mengakui kemenangan org lain.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com