NASIONAL

Ungkap Kasus Cebongan, Ada Budaya Baru di Militer?

Ibas mengapresiasi transparansi TNI AD dalam mengusut kasus Cebongan.

ddd
Jum'at, 5 April 2013, 18:34 Ita Lismawati F. Malau, Nila Chrisna Yulika
 Pasukan Kopassus TNI AD pada HUT TNI ke-65 di Halim PK, Jakarta, Selasa (5/10/2011).
Pasukan Kopassus TNI AD pada HUT TNI ke-65 di Halim PK, Jakarta, Selasa (5/10/2011). (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, menilai keterbukaan TNI AD dalam menginvestigasi penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, merupakan budaya baru di tubuh TNI. Hasil investigasi itu  menyebutkan, 11 oknum anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup Dua, Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo, terlibat dalam penyerbuan lapas, 23 Maret lalu.
 
“Budaya militer baru yang tidak lagi mentoleransi gerakan pasukan secara senyap di luar garis komando," kata Edhie yang biasa disapa Ibas dalam keterangan pers, Jumat 5 April 2013.

Ibas menilai, transparansi penanganan kasus yang melibatkan oknum-oknum TNI merupakan bagian dari profesionalitas TNI yang terus ditingkatkan.

Prajurit Kopassus, imbuhnya, dikenal berdisiplin tinggi, setia, konsekuen, dan bersikap kesatria serta berani dan bertanggung jawab. "Profesionalitas seperti ini harus terus ditingkatkan,” tambah mantan anggota Komisi I DPR ini.

Tindakan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa TNI adalah lembaga yang tertutup. “Tentu ini mengobati perasaan publik yang bimbang karena banyak yang menyatakan bahwa TNI sejauh ini terkesan tertutup," ujar Ibas.

Ke depan, Ibas mendorong TNI maksimal memberi rasa keadilan dan keamanan untuk masyarakat. Ibas juga berharap, proses pengadilan oknum TNI yang terlibat harus berlangsung sesuai aturan yang berlaku sehingga  ke depan kasus serupa tidak terulang kembali.

Dia pun menyampaikan apresiasi kepada Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhi Wibowo yang berinisiatif membentuk tim investigasi kasus tersebut. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bravo "KOPASUS"...........rakyat mendukungmu,kebenaran sejati tlah kau tegakan dibumi pertiwi tercinta..ayo alat negara siapa yang mau ikut jejak KOPASUS.. Preman usir dari NKRI...biar komnas HAM aja yang urus preman..karena preman ga kenal HAM..
Balas   • Laporkan
wresiswa
05/04/2013
Kasihan, ada politisi mencari simpatik dgn komentar yg terlalu dangkal. Apa maunya TNI gak usah ada rahasia?, biar semua pihak bisa membacanya termasuk kelompok yg merong-rong keutuhan NKRI. Tidak berpihak kepada aparat lebih memberati keparat. Hidup TNI!
Balas   • Laporkan
anangctz
05/04/2013
Jangan-jangan ke-4 pengroyok TNI itu sengaja dititipkan ke lapas Cebongan. Karena Polisi takut jadi sasaran penyerangan para Kopassus yang dendam atas kematian rekannya ini...... Hidup Kopassus...!!!!
Balas   • Laporkan
telomania
05/04/2013
Ah,Ibas cuman numpang terkenal saja....Yg jelas,Hidup Kopassus..! Gulingkan politisi busuk seperti Ibas...!
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
05/04/2013
Basi...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com