NASIONAL

Kopassus Seperti Rambo, Jadi Harus Diadili Secara Militer

"Pernah Kopassus dibawa ke Nusamkabangan. Tapi kabur."

ddd
Sabtu, 6 April 2013, 13:35 Aries Setiawan, Syahrul Ansyari
Prajurit Kopassus di Mako Cijantung saat HUT ke-60
Prajurit Kopassus di Mako Cijantung saat HUT ke-60 (VIVAnews/ Muhamad Solihin)
VIVAnews - Mantan Wakil Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Letjen (Purn) Sutiyoso menegaskan seorang anggota Kopassus bila melakukan pelanggaran hukum wajib diproses melalui Mahkamah Militer.

Sebab, seorang militer memiliki kemampuan berbeda dibanding dengan warga sipil lainnya.

"Dulu pernah ada anggota Kopassus di bawa ke Nusakambangan. Dia bisa kabur dan ditangkap lagi, selalu begitu, seperti Rambo," kata Sutiyoso dalam diskusi di Warung Daun, cikini, Jakarta, Sabtu 6 April 2013.

Sutiyoso menuturkan perbedaan tersebut karena kemampuan khusus yang dimiliki oleh anggota Kopassus. Oleh karena itu, hukumannya harus dengan cara militer.

"Undang-undang 37 Tahun 1997, mengatakan seorang militer yang melakukan pelanggaran hukum harus diadili di Mahkamah Militer. Pelaksanaan Pengadilan Militer akan dibuka secara transparan, seadil-adilnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Sutiyoso menjelaskan, pasukan elit seperti Kopassus direkrut secara ketat, menjalani latihan yang berat dan dipersenjatai senjata khusus. Setelah itu, mereka akan diberi sebuah misi dan tugas khusus yang membuat pengalaman dan kemampuan berada di atas satuan-satuan lainnya.

"Tugas itu tidak mungkin dilakukan pasukan biasa. Mereka mengemban tugas-tugas berbahaya," ucapnya.

Pelaku penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Sabtu 23 Maret 2013 adalah 11 anggota Kopassus. Dari penyerangan itu, empat tahanan titipan Polda DIY, tewas ditembak.

Keterlibatan personel Kopassus ini diungkapkan Brigjen (CPM) Unggul K Yudhoyono. Penembakan para tahanan, kata Unggul, didasari jiwa korsa, reaksi seketika atas tewasnya Serka Heru Santoso akibat dikeroyok empat tahanan itu, yang merupakan kelompok preman di Hugo's Cafe. (umi)





© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
lorkalen
07/04/2013
rambo itu nglurug sendirian bisa ngalahin tentara musuh satu markas.. lha kalo yg ini nyerbunya rombongan, nyerangnya orang sipil gak bersenjata didalam sel... ibaratnya anak smu bawa pentung nyerbu sd, kalo menang yg mau dibanggakan apa?
Balas   • Laporkan
danildan | 08/04/2013 | Laporkan
setujuuuuuu
punyaku
06/04/2013
BUKTI REKAMAN CCTV-NYA HILANG GA' YA??? KAMI TUNGGU DI YOUTUBE...
Balas   • Laporkan
gondes
06/04/2013
Rambo tdk menyerang rakyat sipil yg tdk bersenjata.
Balas   • Laporkan
onlinejaya.com
06/04/2013
Betul tindakan Kopasus... Bunuh aja tuh preman... udah preman, seorang pemerkosa juga... salut buat kopassus...
Balas   • Laporkan
darkzz
06/04/2013
knpa hrs dbwa k'pengadilan umum?? smua tau kualitas pengadilan Umum,apa lg Pngadilan TIPIKOR..Bobrok,Bosok,buruk,ga jelas.anak Pejabat nabrak org ampe mati aja di hukum ringan.udh lah ikutin prosedur saja,militer ya pengadilan Militer.
Balas   • Laporkan
romeo1 | 07/04/2013 | Laporkan
Siipp gann, kirim preman2 itu ke neraka biar ga bikin onar, sekalian yg membekingi
nrimo
06/04/2013
BASMI KOPASSUS PREMAN YANG BERTINDAK BAK PREMAN, HARGAI KOPASSUS ASLI YANG BERTANGGUNG JAWAB.
Balas   • Laporkan
romeo1 | 07/04/2013 | Laporkan
Komen sampah, kalo saudara, anak, bini loe sudah di perkosa/di bunuh oleh begundal yang udah koit itu baru tau rasa loe. Pasti Loe ga bs komen spt ini.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com