NASIONAL

Kronologi Kepala RS Bhayangkara Diberondong Polisi

Aksi nekat itu dipicu sakit hati.

ddd
Senin, 8 April 2013, 06:50 Suryanta Bakti Susila, RHA (Makassar)
Kepala rumah sakit Bhayangkara Makassar Kombes pol Purwadi Mars diberondong tembakan di ruang komite etik, RS Bhayangkara, Sabtu 6 April 2013.
Kepala rumah sakit Bhayangkara Makassar Kombes pol Purwadi Mars diberondong tembakan di ruang komite etik, RS Bhayangkara, Sabtu 6 April 2013. (Istimewa)
VIVAnews - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Purwadi diberondong peluru oleh Briptu IT pada Sabtu, 6 April 2013. Pelaku sakit hati kepada korban sehingga melakukan aksi nekat itu.

Ceritanya, pada Kamis 4 April, putra bungsu Briptu IT yang masih berusia 4 tahun, jatuh di lubang galian fondasi Rumah Sakit Bhayangkara. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 19:00 WITA itu, membuat pelaku menutup lubang itu di jalan akses rumah dinas polisi yang ia tempati.  

Besoknya, atau Jumat, 5 April, pukul 09.00 WITA, Briptu IT mendatangi Kepala Rumah Sakit Bhayangkara. "Bagaimana ini Komandan, galian di depan rumah saya. Nanti anak saya main-main lalu jatuh lagi?" 

Entah bercanda atau serius, Kombes Purwadi menjawab, "Kalau anakmu jatuh kamu kubur saja di galian. Terus kalau kamu jatuh juga kamu kubur dirimu bersama anakmu di situ... sekalian".

Tak berkomentar, Briptu IT langsung Pulang. Pada Sabtu, 6 April, sekitar pukul 08.00 WITA, IT kembali ke ruangan komite medik. Namun Kepala Rumah Sakit sedang tidak berada ditempat. IT kemudian pulang lagi.

Lalu pada pukul 15.15 WITA, saat Kepala Rumah Sakit Bhayangkara sedang menggelar rapat, Briptu IT datang lagi. Tak lama berselang, terdengar suara letusan pistol satu kali dan membuat pintu kaca pecah. Rupanya pelaku menembak Kombes Purwadi di situ. Setelah itu, pelaku masuk ruangan dan mengeluarkan tembakan selanjutnya dengan sasaran Kepala Rumah Sakit.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara tumbang dengan tiga peluru bersarang di tubuhnya, yakni di bagian bahu, paha atas dan paha bawah. Sedangkan Briptu IT langsung pulang ke rumahnya lalu menyerahkan diri ke Mapolrestabes Makassar.  

Sekitar pukul 16:00 WITA, Kepala Rumah Sakit dilarikan ke Unot Gawat Darurat RS Wahidin Sudiro Husodo. Setelah mendapatkan penanganan awal, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara  kemudian dirujuk ke RS Pelamonia pada pukul 23:00 Wita, Sabtu malam.

Sekitar pukul 08:30 WITA, Minggu pagi, 3 peluru berhasil diangkat dari tubuh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, dr. Purwadi. Minggu malam, kondisi dr. Purwadi sudah membaik. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bekek
08/04/2013
salut untuk kebraniannya. semoga segera disusul yg lainya.
Balas   • Laporkan
barce
08/04/2013
Makan tu peluru karna kurang ajar mu kombes, maka nya ngomong jangan semaumu, mudh2an cacat lu seumur hidup, kombes..mampus
Balas   • Laporkan
vivalight
08/04/2013
"Kalau anakmu jatuh kamu kubur saja di galian. Terus kalau kamu jatuh juga kamu kubur dirimu bersama anakmu di situ... sekalian" smoga syair berdarah ini tidak pernah memakan korban jiwa
Balas   • Laporkan
rookie
08/04/2013
pak kombes purwardi, selamat menikmati masa pensiun yg dipercepat ya. Sebagai atasan, anda sudah pasti dinilai gagal membina bawahan.
Balas   • Laporkan
lala.da
08/04/2013
dasar pimpinan tdk berprikemanusian, g punya anak X dia y atw penyuka sesama jenis. klw aq di posisi briptu IT pasti kesel dengan omongan kombes seperti itu. gelap mata itu pasti ....
Balas   • Laporkan
mantabbanget
08/04/2013
beberapa waktu lalu, jaksa asal ngomong. Ini sekarang polisi. Perwira koq gk suka pake otak kalau ngomong, jgn mentang2 sudah ada jabatan, jd lupa dgn yg bawah. pantesan di dor, sayang melesat pelornya. pasti ni org sering ngomong kyk gitu. kena batunya.
Balas   • Laporkan
lala.da | 08/04/2013 | Laporkan
betul, anak adalah segalanya bagi orangtua...
dulkamid
08/04/2013
Mungkin si briptu mikir, daripada anak ku yang mati dan dikubur di lobang galian itu, lebih baik kau saja yang kutembak mati dan dikubur dilubang galian itu.
Balas   • Laporkan
lala.da | 08/04/2013 | Laporkan
betul, anak adalah segalanya bagi orangtua...
tikiaja
08/04/2013
koq ngk di tembak aja tuh kepalanya biar mati sekalian trus di kubur di lubang pondasi rumah sakit. mulutmu harimaumu
Balas   • Laporkan
frogman
08/04/2013
hmmmm...ngomong seenaknya...makan tuh pelor...orang tua mana juga bakalan ngamuk kalo dibilang kayak gitu....
Balas   • Laporkan
lala.da | 08/04/2013 | Laporkan
betul, anak adalah segalanya bagi orangtua...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com