NASIONAL

Kredit Macet BRI Tersisa Rp14 Triliun

Selama 2012, kredit macet di BRI mencapai puluhan triliun rupiah.
Senin, 8 April 2013
Oleh : Mohammad Adam, Arie Dwi Budiawati
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
VIVAnews - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencatat nilai kredit macet hingga puluhan triliun rupiah sepanjang 2012. Total kredit macet per 31 Desember 2012 mencapai Rp24,64 triliun.

Direktur Keuangan BRI, Ahmad Baikuni, mengatakan bahwa telah terjadi recovery sebesar Rp10,13 triliun, sehingga kini kredit macet tersisa Rp14,53 triliun.

"Kredit macet ini dari 1.540.749 orang debitor," ujar Baikuni dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin 8 April 2013.

Kredit macet ini, dia menambahkan, terdiri atas berbagai sektor seperti perdagangan, pertanian, industri, pertambangan, pengangkutan, jasa usaha, jasa sosial masyarakat, serta listrik, air, dan gas.

Sektor perdagangan, menurut Baikuni, mendapat kucuran kredit tertinggi, yaitu sebesar Rp7,43 triliun (51,16 persen). Disusul dengan sektor industri sebesar Rp1,95 triliun (13,42 persen) dan pertanian Rp1,76 triliun (12,12 persen).

"Khusus sektor pertanian, kredit macet ini disebabkan adanya kegagalan panen dan harga jual yang tiba-tiba jatuh," kata dia.

Kredit juga banyak diberikan kepada nasabah mikro. Komposisinya adalah mikro sebesar Rp5,31 triliun (36,58 persen), ritel Rp4,19 triliun (28,87 persen), segmen menengah Rp1,59 triliun (11,74 persen), dan korporasi Rp1,72 triliun (11,85 persen).

Baikuni menjelaskan, total kredit macet yang dikelola BRI saat ini sebesar Rp9,32 triliun. Sisanya dikelola pihak ketiga sebesar Rp5,21 triliun.

"BRI merealisasikan hapus tagih hingga Desember 2012 sebesar Rp39,54 miliar. Sisa plafon hapus tagih tinggal Rp424,46 miliar," ujar Baikuni. (art)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found