NASIONAL

Sertijab Pangdam Diponegoro Tertutup, Ini Kata TNI AD

Menurut TNI AD, 2 tahun terakhir KSAD memerintahkan sertijab tertutup.

ddd
Senin, 8 April 2013, 15:32 Dwifantya Aquina , Nur Eka Sukmawati
Mayjen Hardiono digantikan oleh Mayjen TNI Sunindyo, yang sebelumnya menjabat Asisten Personalia Kepala Staf TNI AD.
Mayjen Hardiono digantikan oleh Mayjen TNI Sunindyo, yang sebelumnya menjabat Asisten Personalia Kepala Staf TNI AD. (kabar siang-tvOne)
VIVAnews - Serah terima jabatan (sertijab) Pangdam IV Diponegoro di Gedung Mabes TNI AD, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 8 April 2013, berlangsung tertutup.

Mayjen Hardiono digantikan oleh Mayjen TNI Sunindyo, yang sebelumnya menjabat Asisten Personalia Kepala Staf TNI AD. Sementara Mayjen Hardiono akan dimutasi menjadi staf KSAD.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigadir Jenderal TNI Rukman Ahmad menjelaskan alasan mengapa serah terima jabatan tersebut berlangsung tertutup. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir, KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo memerintahkan agar acara serah terima jabatan hanya berlaku untuk internal saja.

"Sertijab dilaksanakan tidak berbeda dengan Pangdam yang lain. Sejak dua tahun terakhir, KSAD Pramono menyederhanakan acara itu dan memang itu acara internal, tidak pernah undang wartawan, tapi tiap acara selalu kami sampaikan di laman dan Dinas Peneranganan Angkatan Darat," ujar Rukman.

Rukman menegaskan bahwa sertijab Pangdam IV Diponegoro tidak berhubungan dengan penyerangan Lapas Cebongan. Ini adalah bentuk tanggung jawab Hardiono atas pernyataannya beberapa waktu lalu.

"Sertijab ini tidak ada hubungannnya dengan Cebongan. Sertijab ini adalah bentuk tanggungjawab Pangdam IV Diponegoro kepada KSAD terkait pernyataan beliau pada Sabtu pagi," ungkap dia.

Rukman menjelaskan Hardiono bisa mengucapkan pernyataan seperti itu karena belum menerima informasi secara lengkap. (Baca: Pernyataan Kontroversional Pangdam Diponegoro Soal Lapas Cebongan)

"Info belum beliau terima secara lengkap. Jadi itu tanggung jawab beliau dan dia mempertanggungjawabkan. Dia bilang ke KSAD kalau dia siap diganti. Sekali lagi tidak ada kaitan dengan peristiwa itu, tapi ini murni tanggung jawab beliau," kata Rukman.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat geger penyerangan Lapas Cebongan oleh kelompok bersenjata akhir Maret lalu, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Hardiono mengatakan kepada wartawan bahwa tak ada anggota TNI AD terlibat dalam aksi itu.

Belakangan, hasil tim investigasi TNI AD menyatakan 11 anggota Kopassus dari Grup Dua Kandang Menjangan, Kartosuro, Jawa Tengah, mengaku bertanggungjawab atas penyerangan lapas yang menewaskan empat preman tersangka pembunuh Serka Heru Santoso.

Aksi itu diakui sebagai reaksi atas kematian Serka Heru yang pernah bertugas di Grup Dua Kopassus, dan dianiaya brutal hingga tewas oleh empat preman itu di Hugo's Cafe pada 19 Maret 2013. (sj)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com