NASIONAL

FOTO: Keluarga Korban Penembakan Cebongan Temui Wamenkum HAM

Mereka meminta dukungan Wamenkum HAM untuk mengungkap kasus tersebut.

ddd
Kamis, 11 April 2013, 10:36 Dwifantya Aquina
Keluarga korban penembakan Lapas Cebongan menemui Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di Menkumham, Jakarta, Rabu (10/04/2013).
Keluarga korban penembakan Lapas Cebongan menemui Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di Menkumham, Jakarta, Rabu (10/04/2013). (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Keluarga korban penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta mendatangi kantor Kementerian Hukum dan HAM, kemarin, Rabu, 10 April 2013. Mereka bertemu Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana untuk meminta dukungan agar peristiwa penyerangan Lapas Cebongan bisa terungkap apa adanya.

"Kami juga ingin mendapat info lebih jauh. Sebagai keluarga sampai saat ini belum mendapat informasi yang jelas soal kejadian itu. Sejauh ini dapat info hanya dari media," kata Victor, kakak kandung Bripka Juan, salah satu korban penembakan di kantor Kemenkum HAM, Jakarta.

Victor juga meminta kepada Kemenkum HAM untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyerangan Lapas Cebongan. Menurutnya peristiwa ini adalah peristiwa luar biasa dan merupakan kejahatan kemanusiaan, sehingga fakta-fakta yang terjadi harus diungkap sebagaimana adanya. "Tim pencari fakta yang independen," ujarnya.


Meski begitu, Victor menghargai, tim yang sudah dibentuk baik dari TNI AD, Polri, dan Komnas HAM. Namun, keluarga khawatir ada potensi konflik kepentingan dalam pengungkapan kasus ini.

"Sehingga kami berpendapat, kasus ini adalah kejahatan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan serius. Kami  mengusulkan, mendesak agar dibentuk TPF oleh Presiden," tegas Victor.

Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana mengatakan Kemenkumham terbuka untuk mendengar masukan dari pihak manapun, termasuk keluarga korban.

"Penting untuk tahu apa yang mau disampaikan keluarga tentang apa yang terjadi di Lapas Cebongan. Siapa saja yang terlibat harus diberi hukuman seberat-beratnya," kata Denny. Pertemuan antara Wamenkumham dengan keluarga korban ini digelar tertutup.

Diberitakan sebelumnya, 11 oknum Kopassus Grup 2 Kartosuro diduga terlibat dalam penyerbuan Lapas Cebongan, 23 Maret lalu. Dalam penyerbuan itu, oknum Kopassus menembaki 4 tahanan hingga tewas, yakni Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi.

Keempat tahanan itu adalah tersangka pengeroyokan hingga tewas anggota Kopassus, Heru Santoso, 19 Maret 2013. Dalam pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Presiden, siang tadi, keluarga pun meminta kasus tewasnya Heru ini diungkap karena terkait dengan penyerbuan Lapas. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rakhasiwi
12/04/2013
Kalau pengeroyokan pada AKP.Andar Siahaan yang tewas saat berupaya membekuk pelaku judi toto gelap (Togel) di Dusun Rajanihuta Desa Naga Buttu Bayu Paneraja, Kecamatan Dolok Perdamean, Kabupaten Simalungun, Rabu (27/3) malam. bukan pelanggar HAM......???
Balas   • Laporkan
imamseo
11/04/2013
ni keluarga preman gak tau malu... udah jelas keluarganya pembunuh tp masih banyak nuntut ...
Balas   • Laporkan
blekutak
11/04/2013
Paling jg ada yg ikut ngompori klrga preman itu, dipikir aja dgn akal yg sehat, 4 preman itu jg sdh membunuh, memperkosa, merampok, bikin resah masyarakat, merusak generasi dgn narkoba...coba mana ada yg baik dr preman itu, kalo mau nuntut kbnaran ngaca d
Balas   • Laporkan
susan.susan.75098364
11/04/2013
Kejahatan kemanusiaan ??? lebih sadis yang bunuh serka heru santoso, dah tak berdaya masih juga ditikam, ditendang, diseret....apakah pantas disebut manusia orang seperti itu???? pantasnya disebut SETAN !!!!!
Balas   • Laporkan
abu_abdillah
11/04/2013
manusia itu hanya ingin meminta haknya (ingin pertanggungan jawab tewasnya keluarga 4 orang narapidana pembunuh serka heru santoso), tapi lupa akan kewajibannya (memberikan hak keluarga yang tewas dibantai secara brutal oleh 4 orang tsbt) :(
Balas   • Laporkan
dimyati
11/04/2013
Sudahlan.. gak usah ikut campur dalam penyelesaian kasus ini, keluarga anda terbukti preman, membunuh dan menyakiti warga Yogja, sudah pantas di basmi oleh KOPASUS, semoga preman yang lain segera kembali ke jalan yang benar.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com