NASIONAL

Keluarga Korban Penyerangan Lapas Mengadu ke DPR

Mereka didampingi LSM Kontras bertemu dengan Komisi III DPR.

ddd
Kamis, 11 April 2013, 17:59 Aries Setiawan, Nila Chrisna Yulika
Keluarga korban penembakan Lapas Cebongan
Keluarga korban penembakan Lapas Cebongan (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Keluarga korban penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka ditemani Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Pidana Kekerasan (Kontras) bertemu dengan Komisi III Bidang Hukum.

Keluarga korban meminta Komisi III melakukan pengawasan secara aktif dalam penyelesaian kasus penembakan empat tahanan di lapas secara adil dan transparan.

Pengawasan itu kata Koordinator Kontras Haris Azhar yang dimaksud adalah dengan mengevaluasi dan mendesak pertanggungjawaban kepolisian dan Komnas HAM dalam penanganan kasus ini.

"Kami datang ke sini meminta agar proses hukum tidak hanya melihat pada peristiwa Cebongan, tapi dilihat dari perencanaan atau pembiaran kasus Cebongan," kata Haris saat rapat dengar pendapat umum dengan Komisi III DPR, Kamis 11 April 2013.

Sehingga, menurut Haris, tidak cukup menyelesaikan masalah itu di peradilan militer. Sebab, Kapolres Sleman dan Kapolda DIY juga harus bertanggungjawab.

Haris juga menyoroti ditutupnya kasus pengeroyokan hingga menewaskan anggota Kopassus Serka Heru Santoso di Hugo's Cafe, hanya karena empat tersangka pembunuhan sudah meninggal dunia.

"Proses hukum harusnya mundur sampai ke Hugo's Cafe. Kami kecewa jika Polda DIY hentikan proses hukum di Hugo's," kata dia.

Untuk itu, kata Haris, Kontras dan keluarga korban penembakan di Lapas Cebongan berharap presiden membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang terdiri dari unsur masyarakat sipil, Kemenkumham, Kepolisian, TNI, Komnas HAM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dulkamid
12/04/2013
Kayaknya gak ada anggota DPR yang mau belain. Melihat kemarahan publik terhadap premanisme dan semakin dekat pemilu 2014, gak bakal ada yang nekad melawan opini publik. Takut partainya dimusuhi dan dicap pembela preman. Total loss kata kaki 5.
Balas   • Laporkan
kangdeis
11/04/2013
gak usah ngadu kesana kemari krn masyarakat dan pemerintah tau mrk adalah preman bukan orang baik2, penjahat pantas mati..hidup kopassua.
Balas   • Laporkan
casciscus
11/04/2013
gak penting banget sih nih keluarga preman.. maju terus kopassus.. bantai habis semua preman di nusantara.. penjajah baru mereka itu..
Balas   • Laporkan
triplehhh | 11/04/2013 | Laporkan
jgn lebay kali coy.. org bayaran ya loe?
triplehhh | 11/04/2013 | Laporkan
jgn lebay kali coy.. org bayaran ya loe?


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com