NASIONAL

12 Penghuni Lapas Bulak Kapal Ikut Ujian Nasional

Ada 11 orang mengikuti UN persamaan kejar paket B.
Senin, 22 April 2013
Oleh : Eko PriliawitoAceng Mukaram (Pontianak), Erik Hamzah (Bekasi)
Pelaksanaan Ujian Nasional SMP 2013
VIVAnews - Sebanyak 12 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulak Kapal, Bekasi, Jawa Barat, mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, hari ini Senin, 22 April 2013.

Dari jumlah itu, 11 orang mengikuti UN persamaan kejar paket B atau setara SMP. Satu orang lagi, adalah siswa yang bermasalah dengan hukum dan terpaksa mengikuti UN di penjara.

Siswa itu adalah ML (18), pelajar kelas IX SMP Negeri 1 Atap Tambelang, Kabupaten Bekasi. Dia mengikuti ujian terpisah dengan siswa kejar paket B.

Pantau VIVAnews, ML mengisi soal UN di dalam aula yang disediakaan Lapas Bulak Kapal. Meski menggunakan pakaian bertuliskan 'Warga Binaan', namun warga Kampung Baru, Sukarahayu, Tambelang, Kabupaten Bekasi itu, tampak berkonsentrasi mengisi soal Bahasa Indonesia yang diujikan hari ini.

Saat mengikuti UN, LM  dijaga beberapa sipir dan satu orang guru dari SMP yang bertindak sebagai pengawas. Remaja yang di vonis penjara 3 tahun  terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya tewas. Ujian mulai dilaksanakan pukul 09.00 WIB dan baru selesai setelah dua jam kemudian.

Sementara untuk siswa kejar paket B, Lapas Bulak Kapal, Bekasi, memberikan waktu mulai pukul 13.00 WIB, untuk mengikuti UN persamaan.

Di Kabupaten Bekasi sendiri ada 37.420 siswa SMP sederajat baik Negeri ataupun Swasta, yang mengikuti Ujian Nasional. Sementara di Kota Bekasi, jumlah peserta UN bagi siswa SMP sederajat baik sebanyak 26.702 siswa.

"Walaupun tengah menjalani proses penahanan, seluruh siswa SMP tetap bisa mengikuti ujian," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rohim Sutisna.

Sementara itu, pada pelaksanaan hari pertama UN tingkat  SMP sederajad di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berjalan lancar. Namun, banyak siswa cemas denga hasil ujian mereka.

Marina, siswi SMPN 1 Kecamatan Sungai Raya Kabutaen Kubu Raya  kelas IX mengatakan,  ujian yang barusan dilalui membuat dirinya sedikit cemas mengenai kelulusan.

"Sedikit cemas tak lulus, soal ujian ada yang sulit dan gampang. Belum lagi ditambah tadi banyak pengawas yang hilir mudik depan kelas membuat konsentrasi terganggu," kata Marina.

Selain Maria, ada Mutia, siswi MTS Pesantren Khulafaur Rasyidin yang mengikuti UN di SMPN 1 Sungai Raya. Dia mengaku cemas dengan nilai UN kali ini. Banyaknya jumlah pengawas yang berkeliaran di depan kelas membuat tak konsentrasi.

Menurutnya, namun dirinya optimis UN kali ini bisa dilalui, karena selama di Pesantren, dirinya ditekankan untuk selalu belajar di pesantren.

"Kita selalu dibiasakan untuk belajar setiap hari apalagi menjelang UN," katanya.
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found