NASIONAL

Bocah Tiga Tahun Diperkosa Ayah Kandung di Pontianak

Perbuatan ini bahkan diduga dilakukan di depan anak laki-lakinya
Rabu, 24 April 2013
Oleh : Arfi Bambani AmriAceng Mukaram (Pontianak)
Anak yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban nafsu bejat sang bapak durjana tersebut. [Foto ilustrasi]

VIVAnews - Malang benar nasib bocah berusia tiga tahun ini, sebut saja namanya Bunga. Dia diduga  mengalami kekerasan seksual oleh bapak kandungnya sendiri berinisial IR. Kejadian ini jelas menggemparkan Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Balita malang ini diduga diperkosa lima kali oleh IR yang berusia 33 tahun di hadapan RH, anak laki-laki pertama yang kini baru menginjak usia lima tahun.

Peristiwa miris ini terjadi sekitar dua bulan lalu. Saat itu Bunga bersama RH, abangnya, ikut menetap bersama IR di rumah orangtua IR, karena sejak beberapa bulan lalu, keharmonisan rumah tangga IR dengan VT, istrinya sedang dirundung masalah. IR sehari-hari bekerja sebagai satuan keamanan (satpam) di salah satu restoran cepat saji di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sedangkan VT bekerja di Vigor.

Ketidakharmonisan rumah tangga itu pun berdampak buruk pada perkembangan anak mereka. Anak yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban nafsu bejat sang bapak durjana tersebut. Bunga disetubuhi ayahnya di dalam kamar sebanyak tiga kali dan di dapur rumah sebanyak dua kali. Ironisnya, perilaku tak wajar ini pun dilakukan di hadapan anaknya yang lain.

Tidak hanya itu saja. VT, ibu balita malang ini harus berurusan dengan aparat kepolisian karena melakukan kekerasan terhadap RH, anak pertamanya yang mengakibatkan luka memar di sekitar mata bagian kanan RH. VT dilaporkan oleh abangnya ke Polresta Pontianak. Demikian juga dengan kasus kekerasan seksual yang menimpa Bunga oleh ayah kandungnya.

Ketua Himpunan Psikologi Wilayah Kalbar Armijn CH S Besman,  mengaku miris dengan kejadian tragis yang menimpa kedua korban ini meninggalkan trauma yang luar biasa.

“Akibat dari kekerasan yang dilakukan oleh orantuanya ini sudah pasti meninggalkan trauma yang mendalam bagi mereka. Meskipun si anak bisa melupakannya, tetapi ingatan atau memori yang terjadi tidak bisa hilang. Dan ini bisa saja muncul setiap saat, jika ini terus diungkit-ungkit,” kata Armijn, Selasa, 23 April 2013.

Menurut Armijn, peristiwa tersebut akan membekas yang dalam dan dapat menyebabkan perubahan perilaku, seperti depresi. “Dan ini perlu terapi dan pendampingan khusus,” ujarnya.

Khusus untuk RH,  kata Armijn, dalam kasus tersebut, RH melihat secara langsung perilaku ayah kandungnya dalam memperlakukan Bunga dengan tidak wajar. Dampak yang akan terjadi, kata Armijn, RH akan terbiasa melihat hal-hal itu, bahkan bisa jadi mereka akan melakukan apa yang seperti ayah kandungnya lakukan terhadap Bunga.

“Terutama kepada teman-teman sebayanya. Karena kalau saya lihat, memori yang lengkap kalau tidak didampingi secara khusus akan mendorong kekerasan secara psikologis. Karena anak menjadi korban dari keegoisan orangtuanya,” ucapnya.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found