NASIONAL

Lindungi Susno Duadji, Polda Jabar Diperiksa Propam Polri

"Kami hadir di sana untuk mengamankan dan mencegah terjadinya gesekan"

ddd
Jum'at, 26 April 2013, 12:59 Ita Lismawati F. Malau, Riefki Farandika Pratama (Bandung)
Susno Duadji dibawa ke Mapolda Jabar untuk dilindungi dari eksekusi paksa Kejaksaan
Susno Duadji dibawa ke Mapolda Jabar untuk dilindungi dari eksekusi paksa Kejaksaan (ANTARA/Agus Bebeng)

VIVAnews - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri memeriksa Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Tb Anis Angkawijayadan beserta jajarannya terkait pemberian perlindungan bagi Susno Duadji, terpidana 3,5 tahun kasus korupsi. Akibat perlindungan itu, Susno batal dieksekusi Kejaksaan, Rabu 24 April lalu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Polisi Martinus Sitompul mengungkapkan, tim Mabes Polri datang ke Markas Polda Jabar, Kamis kemarin dan dipimpin langsung Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Syarifudin.

"Kami telah jelaskan kronologinya dan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Polda Jabar saat proses eksekusi di rumah Pak Susno," kata Martinus, Jumat 26 April 2013.

Hal yang paling utama dijelaskan jajaran Polda Jabar, kata dia, adalah petugas kepolisian Jawa Barat hadir di rumah Susno karena ada permintaan pengamanan dari Susno dan tim Jaksa eksekutor.

"Polda Jabar juga merasa tak ada sikap yang salah. Kami hadir di sana untuk mengamankan dan mencegah terjadinya gesekan lebih luas antara jaksa dan pendukung Susno yang saat eksekusi turut hadir di lokasi," ujar Martinus.

Pihak Polda juga menjelaskan, mengapa akhirnya Susno dan jaksa mendatangi Mapolda Jabar. Di markas itu, katanya, kedua kubu melakukan mediasi.

"Yang kami lakukan sebatas mengamankan apa yang diminta warga masyarakat. Bahkan kami sudah meminta mereka untuk bertemu di tempat lain seperti hotel dan restoran. Tapi, dengan alasan keamanan keduanya memilih tempat di Mapolda Jabar," papar Martinus Sitompul.

Dalam jumpa pers Kamis malam, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mendukung langkah Polda Jabar melindungi Susno Duadji. Baca selengkapnya di tautan ini. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
scan
26/04/2013
Polda jabar bisa bilang seperti itu tapi masyarakat berasumsi berbeda.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com