NASIONAL

Anak Bunuh Ayah Ibu Gara-gara Warisan

Setelah membunuh, Afui pergi tidur dengan tenangnya.

ddd
Rabu, 1 Mei 2013, 07:04 Arfi Bambani Amri, Aceng Mukaram (Pontianak)
Dia mengaku sering dicaci maki ibunya
Dia mengaku sering dicaci maki ibunya (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Sebuah peristiwa menggegerkan terjadi di sebuah pasar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Seorang anak tega menghabisi nyawa kedua orang tua kandungnya sendiri.

Pembunuhan ini diketahui saat Niko, salah satu cucu korban, pada Senin pagi, 29 April 2013, membuka pintu bengkel yang dimiliki nenek dan kakeknya itu. Tiba-tiba dia melihat neneknya, Jong Manfa (78), sudah tergeletak bersimbah darah. Dia pun sontak berteriak. Teriakan Niko membuat tetangga langsung merubung bengkel motor itu.
 
Di dalam, para tetangga terperanjat melihat ada banyak darah berceceran. Mereka langsung memanggil polisi yang bertugas di pos lalu lintas di dekat situ.
 
Kepala Kepolisian Resor Bengkayang, Ajun Komisaris Besar Polisi Veris Septiansyah, menyatakan peristiwa tragis di Jalan Jarendeng Nomor 79 Pasar Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, ini telah terungkap. Motif pembunuhan karena Afui sakit hati kepada ibunya yang sering mencaci maki dia dan anak-anaknya.
 
“Afui membunuh orangtuanya yakni ayahnya bernama Liu Nyat Thin alias Kujauw (80) dan ibunya bernama Jong Manfa (78),” kata dia, Selasa 30 April 2013.
 
Veris menceritakan, pembunuhan itu terjadi Minggu malam, 28 April 2013. Kurang lebih pukul 19.00-20.00 WIB, Afui berniat menemui Afung (abang Afui) di rumahnya. Namun, dia hanya bertemu anak dan istri Afung. Kemudian, Afui kembali ke rumah orang tuanya di Jalan Jerendeng.
 
Seorang anak perempuan Afui membukakan pintu untuk dia. Kemudian, keduanya langsung naik ke lantai dua. Selang beberapa lama, Afui turun ke bawah karena tahu bahwa ibunya pasti mengecek pintu setiap malam.
 
Afui pun mengunci pintu tangga. Setelah ibunya mengecek pintu depan, Afui yang sudah tidak tahan lagi atas ejekan dan cacian ibunya, memuncak emosinya. Dia menghantam kepala ibunya dengan dengan sebuah benda keras sebanyak tiga kali.

“Afui mengakui saat memukul kepala ibunya, ibunya sempat berteriak meminta tolong sehingga ayanya Afui yang sedang terbaring sakit keluar dari kamar tidur,” kata Kapolres.
 
Usia membunuh ibunya, Afui langsung memasuki kamar depan yang memiliki pintu untuk akses masuk ke kamar belakang di lantai bawah. Saat ayah Afui keluar kamar, Afui juga menghantam kepalanya dari belakang hingga tewas. Setelah itu, dia membaringkan jasad ayahnya yang bersimbah darah di tempat tidur.
 
“Tanpa ada rasa berdosa, Afui pun tidur dengan lelap. Menurut pengakuian Afui, ia membunuh ibunya di lantai bawah bengkel motor menggunakan benda tajam kurang lebih panjangnya 60 sentimeter,” kata Veris.

Ditinggal istri
 
Afui sudah lama merantau di Batam dan memiliki dua ruko yang menjual jam tangan dan pakaian di salah satu mal ternama di Batam. Setelah usahanya bangkrut, istri Afui berselingkuh. Dia pun memilih kembali ke Kabupaten Bengkayang, kota kelahirannya, membawa tiga anaknya yang berusia 11, 15, dan 16 tahun.
 
Selama tinggal bersama orang tuanya, Afui mengatakan dia dan anak-anaknya sering dicaci ibunya. “Orangtua Afui berjanji akan memberikan harta warisan kepada Afui. Akan tetapi, selama enam bulan tinggal bersama kedua orang tuanya, hal itu tidak terealisasikan,” kata Veris. Afui merupakan anak kelima dari tujuh saudara.

Sekarang Afui mendekam di "Hotel Prodeo" Markas Polres Bengkayang. Saat ditemui jurnalis, Afui menyatakan siap bertanggung jawab. Dia mengakui menyesal telah membunuh kedua orangtuanya. “Saya tidak akan melihat ibu dan ayah saya saat dikubur. Saya sedih sekali,” ucap Afui menjawab pertanyaan wartawan. (kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com