NASIONAL

Ayah dan 2 Anaknya Tak Bernyawa di Pemandian Umum

Sebelum meminum racun, sang ayah lebih dulu meracuni dua anaknya.

ddd
Senin, 6 Mei 2013, 11:50 Dedy Priatmojo, Arjuna Nusantara (Padang)
Darmalis sedang menjalani proses cerai
Darmalis sedang menjalani proses cerai (VivaNews)

VIVAnews - Warga Lumandai, Kecamatan Berangin, Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat geger atas penemuan mayat seorang ayah dan dua anaknya di bak pemandian umum di sekitar kampung setempat. Ketiganya diduga meninggal akibat meminum racun serangga, Minggu, 5 Mei 2013.

Si ayah diketahui bernama Darmalis 29 tahun, sedangkan dua anaknya, Cindi 7 tahun dan Bayu 4 tahun. Di sekitar mayat ketiganya ditemukan racun serangga.

Andi, adalah warga setempat yang pertama kali menemukan mereka sekitar pukul 10.30 WIB. Lokasi kejadian berada 2,5 kilo dari pemukiman. Tempat pemandian ini, hanya digunakan warga ketika musim kemarau tiba.

Dari keterangan Kasat Reskrim Polres Sawahlunto AKP Yuliansor kepada VIVAnews, Senin 6 Mei 2013, korban diduga bunuh diri. "Dari hasil sementara, korban meninggal setelah meminum racun serangga. Karena di tempat kejadian peristiwa ditemukan sisa racun serangga di dalam plastik dan mulutnya berbusa," kata Yuliansor.

Hasil penyelidikan sementara, Darmalis diduga orang yang membunuh dua anaknya. Setelah dua anaknya tewas, Darmalis menyusul meminum racun tersebut. "Sepertinya, Darmalis memasukkan racun tersebut ke wadah minuman anak-anak. Botol minuman yang sudah berisi racun tersebut dicampur air agar anaknya tidak curiga. Setelah itu, dia kemudian meminum racun," ujar Yuliansor.

Menurut keterangan Yuliansor yang dihimpun dari masyarakat, Darmalis sedang dalam proses perceraian dengan istrinya, Eni Ernita 27 tahun. Mereka sudah tidak serumah lagi. Sehari sebelum mayatnya ditemukan, Darmalis menjemput kedua anaknya tersebut ke rumah istrinya. Namun, pada hari itu, Darmalis dan anaknya tak kunjung pulang. Pihak keluarga pun mencarinya.

"Korban ditemukan di bak mandi berukuran 200 x 180 centi meter dengan ketinggian 150 centi meter. Di sekitarnya diamankan botol air minum anak-anak. Botol tersebut berbau racun sangat menyengit. Selain itu, juga ada sisa racun dalam plastik," kata Yuliansor.

Untuk hasil lebih lanjut, kepolisian masih menunggu kajian dokter. "Kita sudah mengambil sampel muntah dari mulut korban. Untuk sementara, di tubuh korban tidak terdapat bukti kekerasan," tambah Yuliansor. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com