NASIONAL

Anggota Polda Papua Miliki Transaksi Rp1,5 T

Polda Papua sedang memeriksa polisi yang bernama Labora Sitorus.

ddd
Selasa, 14 Mei 2013, 15:32 Ita Lismawati F. Malau, Banjir Ambarita (Papua)
Ilustrasi: Polda Papua juga memeriksa anggotanya dalam kasus kayu ilegal
Ilustrasi: Polda Papua juga memeriksa anggotanya dalam kasus kayu ilegal (ANTARA)

VIVAnews - Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian mengakui salah satu anggotanya memiliki transaksi keuangan hingga mencapai triliun rupiah dalam kurun 5 tahun. Informasi itu dia peroleh dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kepada wartawan, Selasa 14 Mei 2013, inisial anggotanya itu adalah Aiptu LB. Informasi yang dikumpulkan VIVAnews, inisial ini merujuk pada anggota Polres Sorong Papua Barat, Labora Sitorus.

"Sebanyak Rp1,5 triliun itu sejak 2007 hingga 2012," jelas Kapolda. Berapa jumlah rekening Labora kini, Kapolda mengaku belum tahu karena masih dihitung.

Adapun jumlah transaksi keluar masuk uang di rekening yang bersangkutan bervariatif. "Kadang ratusan juta, kadang juga miliaran," ungkapnya.

Anggota itu, tambah Kapolda, saat ini masih diperiksa sebagai saksi. "Terkait kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak yang diduga sebagai sumber dana yang bersangkutan," jelas Kapolda.

Bahkan, kata Kapolda tim gabungan dari Bareskrim Mabes Polri dan Polda Papua sudah mengamankan seribu ton BBM milik Labora di Sorong karena diduga tidak sesuai prosedur.

Tak hanya itu kasus Labora. "Dugaan sementara, selain dari BBM, dananya berasal dari illegal logging. Ini yang masih dikembangkan," paparnya.

Ditanya apakah yang bersangkutan memiliki BBM ilegal dari transaksi BBM di tengah laut melalui kapal tanker, Kapolda menyatakan penyidik masih mendalaminya. "Ini yang masih kami usut, darimana asal BBM miliknya," imbuhnya.

Selain itu, Polda pun masih mengusut asal muasal kayu yang dia miliki. "Data awal, kayu dibeli dari masyarakat," terangnya.

Kapolda menyatakan, Aiptu LS masih berstatus saksi dalam kasus BBM dan illegal logging itu karena perusahaan yang menggerakan usaha bukan atas nama yang bersangkutan. Untuk mengembangkan kasus, Polda juga memeriksa pengurus perusahaan. "Kalau ada kaitannya, bisa jadi tersangka."

Sementara itu, Labora Sitorus pernah mengungkapkan, dirinya tidak terlibat dalam aksi penyalahgunaan BBM dan kayu ilegal. "Saya tidak terlibat, dan perusahaan itu bukan atas nama saya," kata dia. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com