NASIONAL

Kapolda Jabar: Geng Motor Brutal, Tembak di Tempat

Langkah ini dianggap efektif untuk menekan jumlah aksi kejahatan.

ddd
Senin, 20 Mei 2013, 16:20 Dwifantya Aquina, Riefki Farandika Pratama (Bandung)
Aksi geng motor yang kerap bertindak kriminal di sejumlah daerah, diburu polisi.
Aksi geng motor yang kerap bertindak kriminal di sejumlah daerah, diburu polisi. (TV One)
VIVAnews - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Jabar agar menindak tegas berandalan bermotor yang melakukan aksi kriminal. Ia pun meminta polisi tak ragu untuk melakukan tembak di tempat jika kawanan tersebut membahayakan masyarakat dan petugas.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif guna mencegah aksi kejahatan yang dilakukan oleh berandalan bermotor.

"Tembak di tempat. Seperti tindakan yang dilakukan beberapa Polres," tegas Anis di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin 20 Mei 2013.

Anis menilai upaya ini cukup efektif untuk menekan angka kejahatan para berandalan motor di sejumlah wilayah Indonesia yang sudah sangat meresahkan masyarakat dengan menebar teror. Menurutnya, dengan cara tersebut, beberapa wilayah di Jawa Barat yang marak aksi berandalan bermotor, kini sudah tak ada lagi. Seperti di wilayah hukum Polrestabes Bandung, Polres Cimahi, Polres Cirebon, dan Polres Bandung.

Kepolisian, katanya, tidak akan pandang bulu dalam penegakan hukum terhadap para berandalan bermotor. Sanksi hukum yang berat siap menanti para pelakunya, tidak ada penangguhan penahan apalagi sampai mengeluarkan Surat Penghentian Penghentian Penyelidikan (SP3).

"Kalau kenakalan (remaja) masuk tindak pidana seperti memeras dan menganiaya, itu kan tidak bagus. Tangkap dan tahan saja. Selanjutnya proses sesuai kententuan hukum berlaku," katanya.

Selain itu, Anis menambahkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dengan melakukan patroli baik itu operasi lalu lintas, premanisme dibeberapa tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan.

"Dengan ini diharapkan berandalan bermotor tidak ada lagi di Jawa Barat, karena memang orang Jawa Barat terkenal santun dan ramah," ujar dia.

Seperti diketahui, aksi geng motor belakangan kembali ramai diperbincangkan setelah Klewang, Panglima Besar Geng Motor XTC Pekanbaru, Riau, ditangkap. Klewang diketahui memimpin enam geng motor dan kerap melancarkan aksi teror.

Sejumlah pengrusakan dan perampokan dilakukan anak-anak buahnya. Hasil rampokan itu, menurut pengakuan anak buah, disetorkan kepada Klewang dan para panglima lainnya. (Baca juga: Aksi Cewek-cewek Geng Motor Jalanan)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
radenmas1
22/05/2013
Usahakan tepat diantara dua alis ya pak.......! jangan jauh2 dr situ.....
Balas   • Laporkan
nongo
21/05/2013
halaah..nanti kalo ditembak beneran....disalahin lg...dihujat lg..melanggar HAM lg...........
Balas   • Laporkan
inyusup.yusup
20/05/2013
Tembak langsung seperti burung,,,biar dibandung sedikit aman.
Balas   • Laporkan
blondot2012
20/05/2013
emang polisi dilapangan berani...? paling juga menghindar, karena klo sampai nembak panjang urusannya...
Balas   • Laporkan
sofa
20/05/2013
dari semenjak saya kuliah "tembak di tempat" selalu di bicarakan tetapi eksekusi nya malah tidak ada, yagn ada di salah satu emdia cetak jawa barat menyebutkan anak salah satu "polisi" ikut terlibat dalam geng motor ini,, so ?? yakin akan bernar berjalan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com