NASIONAL

Kata Mereka Tentang Taufiq Kiemas

Dia selalu dirindukan kader PDIP karena pernyataannya yang khas.
Minggu, 9 Juni 2013
Oleh : Eko Priliawito, Amal Nur Ngazis, Eka Permadi
Prosesi pemakaman Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
VIVAnews - Sejumlah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bicara mengenai sosok Taufiq Kiemas. Ketua DPD RI Irman Gusman, misalnya, mengaku memiliki kenangan khusus terhadap almarhum yang meninggal di Singapura akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Menurutnya, Taufiq Kiemas selalu mengedepankan kesatuan. Terutama dalam menjalankan hubungan antar lembaga tinggi negara RI. Bahkan dalam koordinasi lembaga tinggi negara, suami Megawati Soekarnoputri itu dinobatkan sebagai ketua.

"Ia dinobatkan sebagai ketua kelas. Ia juga Bapak Empat Pilar, karena mengedepankan kesatuan. Kita merasa kehilangan," tambahnya.

Gubernur terpilih Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang mendampingi keluarga sejak di Bandara Halim Perdanakusuma menyampaika bahwa Taufiq Kiemas adalah sosok yang selalu dirindukan kader partai karena pernyataannya yang khas.

"Ganjar, kamu underdog di Jawa Tengah. Modal kamu tujuh persen, bisa menang sampai 47 persen," kata Ganjar, menirukan ucapan Taufiq Kiemas beberapa waktu lalu.

Pernyataan Taufiq Kemas ini disampaikan langsung kepada Ganjar dua hari setelah kemenangannya dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. "Waktu itu beliau sedang persiapan mau ke Ende, untuk perayaan hari Pancasila," kenangnya.

Keberhasilannya memenangkan kursi gubernur di Jawa Tengah dianggap fenomenal oleh alamarhum. "Kamu fenomenal karena mesin partai dan dukungan masyarakat," katanya lagi menirukan Taufiq Kiemas.

Ketua DPP PDIP, Maruar Sirait, juga mengakui bahwa Taufiq Kiemas sebagai salah satu guru politiknya. Dia menimba banyak hal penting dari Ketua MPR RI itu.

"Sebagai politisi, yang mempengaruhi saya ada beberapa orang. Pertama Bung karno, Ibu Mega dengan konsistensinya, dan Pak Taufiq. Dari pak Taufik, saya belajar soal silarurahmi politik dan komunikasi lintas komunitas," kata Ara.

Kendati menganggap Taufik Kiemas sebagai teladan, Ara mengaku kerap berseberangan pendapat dengan suami Megawati Soekarno Putri itu.

"Saya banyak beda dengan beliau. Misalnya posisi PDIP soal Century dan sebagai partai oposisi. Tapi dengan anak muda, beliau bisa saling menghargai," katanya yang mengaku sudah kenal dengan almarhum sejak 30 tahun lalu.

Kendati almarhum telah meninggalkan orang yang dicintainya, ia meminta tauladan Taufik harus digali kembali. "Yang penting yaitu nilai pluralisme beliau yang harus dikembangkan," kata Ara.

Anggota DPR RI, Dedi Gumelar atau Miing, tidak menyangka guru politiknya akan pergi begitu cepat. Ia mengaku sangat berduka saat mendengar ketua MPR Taufikq Kemas meninggal.

Sebagai guru politik, Taufiq Kiemas tidak hanya memberi dukungan secara moril. Menurutnya, dia tidak segan memberi dukungan kepada para kader PDIP secara matril.

"Dia sosok tokoh politik yang luar biasa terutama bagi PDIP," katanya.

Ditambahkan Miing, Taufiq Kiemas adalah politikus yang unik dan memiliki banyak ide yang berbeda, namun jadi solusi bersama.

Almarhum Taufiq Kiemas memang memiliki warisan paling monumental dari kepemimpinannya. Yaitu  gerakan sosialisasi empat pilar negara. Empat pilar negara yang dimaksud adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.

Bahkan sebelum menjalani perawatan di Singapura, seruan 4 pilar juga disampaikan suami Megawati Soekarnoputri itu untuk memperingati hari kelahiran Pancasila di Ende, NTT.

Menurutnya, pembangunan bangsa Indonesia harus didasarkan kepada nilai-nilai empat pilar berbangsa dan bernegara sebagai upaya untuk membangun kesejahteraan bangsa.

Empat pilar bangsa dan negara akan mengukuhkan rasa kebangsaan dan menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, dia mengajak semua pihak untuk mengimplementasikan empat pilar bangsa ini.


TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found