NASIONAL

BBM Naik, Menko Polhukam Instruksikan Polri Tindak Tegas Perusuh

Menko Polhukam menjelaskan empat titik pengamanan kenaikan BBM.
Sabtu, 22 Juni 2013
Oleh : Sandy Adam Mahaputra, R. Jihad Akbar
Pengumuman kenaikan BBM
VIVAnews - Pemeritah mengantisipasi dampak sosial yang terjadi akibat kebijakan kenaikan harga BBM yang akan diterapkan besok, Sabtu 22 Juni 2013. Termasuk tindakan tegas terhadap pelaku rusuh terkait kenaikan BBM.

"Saya sudah menginstruksikan Kapolri untuk menindak tegas yang melakukan tindakan-tindakan penyelewengan, apalagi kekerasan dan bukan perilaku yang baik untuk menyampaikan aspirasi," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Menko Perekonomian, Jumat 21 Juni 2013 malam.

Menurut Djoko, paling tidak ada empat titik rawan yang menjadi fokus aparat penegak hukum. Pertama tempat penyaluran kompensasi kebijakan tersebut, khususnya Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

PT Pos indonesia telah mengirimkan titik-titik penyaluran BLSM ke kantor polisi di seluruh Indonesia. Pengiriman dilakukan melalui Mabes Polri. "Tinggal aparat setempat dan Satpol PP akan mengamankan distribusi penyaluran," ujarnya.

Ia meminta, baik masyarakat maupun aparat untuk berperan aktif dalam menyukseskan penyalurannya. "Tidak usah khawatir akan kehabisan uang, dananya cukup. Oleh sebab itu jadwal harus ditepati oleh aparat-aparat di daerah walikota kecamatan dan RT/RW," katanya.

Kedua, pengamanan akan dilakukan di SPBU seluruh Indonesia. Antrean panjang tidak bisa terelakan, untuk itu harus diamankan. "Kalau saya pantau, antrean cukup panjang akan tetapi bisa dilakukan dengan tertib," tambahnya.

Ketiga, pengamanan potensi penyelundupan BBM. Dirinya telah menginstruksikan untuk aparat hukum menindak tegas hal tersebut.

Yang keempat, pengamanan unjuk rasa penolakan kebijakan itu. Unjuk rasa diperkenankan tapi tetap sesuai koridor yang berlaku.

"Itu empat titik dan saat ini sudah mulai berjalan bahkan dari 1 minggu yang lalu oleh aparat," katanya. (umi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found