NASIONAL

Tolak Kenaikan BBM, Kendaraan Dinas Dephan Dirusak Massa

Mobil itu dilempari dengan batu dan dipukul dengan kayu.
Sabtu, 22 Juni 2013
Oleh : Sandy Adam Mahaputra, Rohimat Nurbaya
Mahasiswa UBK membakar pos polisi
VIVAnews - Demo menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) di Jalan Diponegoro, Jumat 17 Juni 2013 berlangsung ricuh. Kendaraan dinas berpelat nomor 3338-00 mililk Departemen Pertahanan dirusak massa.

Kendaraan dinas milik Departemen Keamanan itu awalnya hendak melintas menuju Jalan Diponegoro. Tetapi karena ada massa yang sedang merusak fasilitas umum kendaraan itu lulu memutar balik.

Karena mobil itu memutar arah dengan ragu-ragu dan secara perlahan. Akhirnya mahasiswa mengetahui bahwa mobil itu kendaraan dinas dilihat dari pelat nomornya.

Setelah memutar balik, mobil itu masih saja dikejar oleh massa dan akhirnya terjebak di kerumunan warga yang sedang menonton aksi demo tersebut. Setelah terpojok mobil itu dilempari dengan batu dan dipukul dengan kayu.

Namun setelah ada teriakan "Polisi...polisi..polisi.." akhirnya massa yang beringas lari berhamburan meninggalkan mobil tersebut.

Para mahasiswa juga merusak lampu merah, pot bunga, pos polisi, halte dan jam taman di sekitar Jalan Diponegoro.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, baru saja mengumumkan kenaikan BBM bersubsidi.

"Penyesuaian harga besubsidi telah ditetapkan. Satu, bensin premium atau gasolin Rp6.500 per liter. Dua, minyak solar atau gas oil Rp5.500 per liter. Harga berlaku serentak di seluruh Indonesia hari ini pukul 00.00  tanggal 22 Juni 2013," kata Jero. (umi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found