NASIONAL

Bentrok Mahasiswa Vs Polisi di Unas Makan Korban

Mahasiswa berhasil dipukul mundur ke dalam kampus.

ddd
Sabtu, 22 Juni 2013, 00:46 Sandy Adam Mahaputra, Siti Ruqoyah
Demo tolak kenaikan BBM berakhir ricuh
Demo tolak kenaikan BBM berakhir ricuh (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Bentrokan antara kepolisian dengan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang menggelar demonstrasi menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan kampusnya di Jalan Sawo Manila, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat 21Juni 2013 tengah malam, menyebabkan tiga orang terluka dari masing-masing kubu.

Berdasarkan informasi di lapangan, tiga korban yang terluka akibat kericuhan itu, yakni seorang mahasiswa Unas bernama Reja dari Fakultas Komunikasi dan dua polisi atas nama Bripda Andi dan Aiptu Sodikin.

"Bripda Andi dari Brimob Polda Metro Jaya luka pada tangan kanan akibat lemparan batu, sedangkan Aiptu Sodikin, anggota Polsek Pasar Minggu kena pada bagian pelipis," kata Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Polisi Adry Desas Furiyanto di lokasi, Sabtu 22 Juni 2013.

Sementara itu, Humas Aksi Unas Bergerak, Feri Agus Setyawan mengecam tindakan kepolisian yang membubarkan aksinya dengan tindakan refresif.

Meski telah dipukul mundur, mahasiswa akan terus menyuarakan perlawanan terhadap rezim SBY karena tetap menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Satu mahasiswa kami menjadi korban lemparan batu dari polisi dan gas air mata. Kita akan meneruskan kasus ini, meneruskan advokasi," katanya saat ditemui usai bentrokan.

Dia menegaskan akan mengajak rekan sesama mahasiswa agar bergabung dan merapatkan barisan melawan rezin SBY, yang semakin hari makin menyengsarakan rakyat dengan menaikan BBM. "Pokoknya  kita akan lanjutkan aksi ini," tutupnya.

Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, baru saja mengumumkan kenaikan BBM bersubsidi.
Penyesuaian harga besubsidi telah ditetapkan. Bensin premium atau gasolin Rp6.500 per liter.

Lalu minyak solar atau gas oil Rp5.500 per liter. Harga berlaku serentak di seluruh Indonesia hari ini pukul 00.00WIB, Sabtu 22 Juni 2013. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
hengkie
22/06/2013
Hidup Mahasiswa...............!!!!!
Balas   • Laporkan
suripto | 22/06/2013 | Laporkan
mahasiswaa ya harus hidup, kalau mati ya gak kuliah. tapi yang nghidupin mahasiswa kan orang tua. dasar bukan mahasiswa lu...
b.label80
22/06/2013
hancurkan rezim SBY..mereka itu semua hanya perpanjangan tangan asing..mereka para pengkhianat bangsa..
Balas   • Laporkan
suripto | 22/06/2013 | Laporkan
he lu. rakyat kecil mah gak butuh subsidi bbm, yang mreka butuhkan ada raskin, ada jamkesmas, ada bos dll.itu semua dari pemotongan subsidi bbm, jangan-jangan lu yang penghianat, anak pejabat bejat pura-pura jadi pahlawan.
jontrek
22/06/2013
Kalau dulu mahasiswa adalah representatif dari kaum intelektual. Tapi sekarang mahasiswa yang demo representatif dari preman!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com